top of page

Meningkatkan Daya Saing Indonesia dalam Lanskap Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan

Pink Flowers_edited.jpg

Authors

Girl with Backpack

Andree Surianta

Girl with Backpack

Deasy Pane

Harga dan kualitas bukan lagi faktor penentu eksklusif untuk daya saing ekspor. Pembeli semakin memilih produk-produk yang dibuat melalui proses yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Negara-negara mitra dagang menanggapi perubahan ini melalui kebijakan domestik, seperti mekanisme penyesuaian karbon lintas batas (carbon border adjustment mechanism atau CBAM) Uni Eropa (UE) dan ketentuan produk hijau Tiongkok. Perusahaan multinasional juga mengikuti tren tersebut dengan menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam rantai pasok mereka.

Kemampuan merespons pergeseran ini menjadi kunci daya saing di pasar global. Makalah ini menemukan bahwa, Indonesia mulai tertinggal dari negara-negara lain di ASEAN. Pertama, Indonesia memiliki tingkat emisi energi dalam perdagangan (trade-energy emissions atau TEE) tertinggi di kawasan ini. Kondisi tersebut didorong oleh komposisi ekspor yang didominasi industri pengolahan aluminium serta besi dan baja yang menggunakan bahan bakar secara intensif. Indonesia juga merupakan eksportir utama pupuk, semen, dan keramik di ASEAN, yaitu sektor-sektor yang sangat bergantung kepada gas bumi sebagai sumber energi. Kedua, Indonesia memiliki skor daya saing karbon terendah di antara negara-negara ASEAN yang dikaji (58,8). Walaupun porsi energi terbarukannya tidak jauh di bawah Malaysia dan Thailand,, Indonesia memiliki intensitas karbon jaringan listrik tertinggi, kebergantungan ekspor terbesar pada sektor-sektor yang tercakup dalam CBAM, serta diversifikasi ekspor paling lemah. Singapura menempati posisi teratas dengan skor 84,9, diikuti Vietnam (79,2), Thailand (77,5), Malaysia (73,3), dan Filipina (72,0)

Oleh karena ini, Indonesia memerlukan reformasi untuk memperkecil kesenjangan tersebut, dan perjanjian ekonomi internasional dapat menjadi katalisnya. Indonesia telah menandatangani sejumlah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (comprehensive economic partnership agreement atau CEPA) dan perjanjian bilateral yang memuat ketentuan untuk mendorong perdagangan dan investasi berkelanjutan serta transfer teknologi hijau. Indonesia juga tengah menjalani proses aksesi OECD, yang menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu praktik baik yang penting. Akan tetapi, saat ini justru kebijakan dalam negeri menghambat dorongan dorongan dari luar tersebut. Pertama, praktik monopoli energi oleh badan usaha milik negara (BUMN) memperlambat transisi industri rendah karbon. Kedua, mekanisme penetapan harga karbon belum berkembang optimal. Undang-Undang (UU) No. 7/2021 dan Peraturan Presiden (Perpres) No. 110/2025 telah menyediakan landasan hukum, tetapi cakupan dan penegakannya masih terbatas. Ketiga, insentif untuk menarik investasi transisi energi belum memadai. Insentif fiskal masih minim, sementara sistem perizinan dan kuota energi rendah karbon belum mendukung, sehingga melemahkan kepercayaan investor. Keempat, regulasi belum terpadu: mandat antarkementerian yang tumpang tindih menimbulkan ketidakpastian dalam pelaksanaan, informasi, dan pelaporan, sehingga pelaku usaha tidak tahu harus meminta arahan kepada siapa. Sistem pemantauan, pelaporan, dan verifikasi (monitoring, reporting, and verification atau MRV) Indonesia juga belum berkembang optimal sehingga kredibilitas penghitungan emisi karbon industri masih terbatas.

Untuk memperkuat daya saing Indonesia, makalah ini merekomendasikan tiga langkah. Pertama, memanfaatkan perjanjian perdagangan untuk mempercepat kerja sama teknologi rendah karbon dan fasilitasi investasi. Kedua, menerapkan pasar energi yang terbuka untuk menjaga daya saing ekspor dengan menghapus hambatan akibat monopoli PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), mencabut kuota pemasangan energi terbarukan, dan menghapus subsidi bahan bakar fosil secara bertahap. Ketiga, mengembangkan mekanisme pengukuran emisi karbon industri tunggal yang handal bagi eksportir Indonesia.

Girl with Backpack

Felippa Amanta

Other Publications

Pink Flowers_edited.jpg

Meningkatkan Daya Saing Indonesia dalam Lanskap Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan

Pink Flowers_edited.jpg

Enhancing Indonesia’s Competitiveness in the Sustainable Trade and Investment Landscape

Pink Flowers_edited.jpg

The Effect of Regional Institutional Quality on Entrepreneurial Flourishing in Decentralized Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Pelajaran dari Pertanian Periurban di Jawa untuk Mendorong Konsumsi Pangan yang Sehat dan Berkelanjutan di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Kesenjangan Iklim-Gizi: Mewujudkan Sistem Pangan Indonesia yang Sehat dan Berkelanjutan

Pink Flowers_edited.jpg

Lessons from Java’s Peri-Urban Agriculture toward Fostering A Healthy and Sustainable Diet in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

The Climate-Nutrition Disconnect: Championing Indonesia’s Healthy and Sustainable Food System

Pink Flowers_edited.jpg

Protecting Children in the Digital Space: Strengthening PP TUNAS through a Shared Responsibility Approach

Pink Flowers_edited.jpg

Menjembatani Fragmentasi Kebijakan: Menyelaraskan Sistem Pangan Indonesia untuk Perbaikan Gizi

Pink Flowers_edited.jpg

Meningkatkan Produktivitas: Investasi ke Pekebun Swadaya sebagai Motor Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Pink Flowers_edited.jpg

Bridging Policy Fragmentation: Aligning Indonesia’s Food Systems for Better Nutrition

Pink Flowers_edited.jpg

Unlocking Productivity: Investing in Oil Palm Smallholders to Achieve Rapid Growth

Pink Flowers_edited.jpg

Dari Sertifikasi Menuju Pertumbuhan: Mengapa Produktivitas Petani Kecil Penting bagi Perekonomian Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

From Certification to Growth: Why Smallholder Productivity Matters for Indonesia’s Economy

Pink Flowers_edited.jpg

Optimizing Intensification in the Food Estate Program to Strengthen Indonesia’s National and Global Food Security

Pink Flowers_edited.jpg

Casting the Right Policy Net: Should Indonesia Use Quotas to Manage Its Fisheries?

Pink Flowers_edited.jpg

Tata Kelola yang Lebih Baik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Menavigasi Masa Depan Dunia Kerja: Pendekatan Kebijakan untuk Pekerjaan Gig di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Better Governance for Indonesia’s Free Nutritious Meal Program (MBG)

Pink Flowers_edited.jpg

Improving Female Students’ Motivation in STEM through School-based Intervention

Pink Flowers_edited.jpg

Navigating the Future of Work: Policy Approaches for Gig Work in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Melindungi Anak di Ruang Digital: Memperkuat PP TUNAS melalui Pendekatan Tanggung Jawab Bersama

Pink Flowers_edited.jpg

Digitalisasi Rantai Nilai Pangan: Memperkuat Posisi dan Kesejahteraan Petani

Pink Flowers_edited.jpg

Digitalizing the Food Value Chain: Strengthening Farmers’ Position and Welfare

Pink Flowers_edited.jpg

Dampak Sistem Neraca Komoditas terhadap Birokrasi Perdagangan dan Harga Pangan di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

The Impact of the Commodity Balance System on Trade Bureaucracy and Food Price in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Suara Masyarakat untuk Tata Guna Lahan Berkelanjutan di Indonesia: Studi Kasus Keberhasilan Perencanaan Tata Guna Lahan Partisipatif (PLUP) di Aceh & Riau

Pink Flowers_edited.jpg

Community Voices for Sustainable Land Use in Indonesia: Case Studies of Successful Participatory Land Use Planning (PLUP) in Aceh & Riau

Pink Flowers_edited.jpg

Indonesia's Accession to OECD Understanding the Economic Implications

Pink Flowers_edited.jpg

Bayang-Bayang Penyensoran: Perkembangan Kebijakan Moderasi Konten Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Shadows of Censorship: Indonesia’s Content Moderation Policy Development

Pink Flowers_edited.jpg

Mengoptimalkan Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa untuk Pemulihan Pembelajaran yang Efektif

Pink Flowers_edited.jpg

Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Indonesia melalui Aksesi OECD

Pink Flowers_edited.jpg

Menafsir Ulang Food Estate Indonesia: Jejak, Dinamika, dan Masa Depan Ketahanan Pangan Nasional

Pink Flowers_edited.jpg

Harnessing Student-Centered Learning for Effective Learning Recovery

Pink Flowers_edited.jpg

Unlocking Indonesia’s Economic Potential Through OECD Accession

Pink Flowers_edited.jpg

Indonesia’s Food Estate in Context: Bridging Past, Present and Future for National Food Security

Pink Flowers_edited.jpg

Shared Responsibility: Redefining Stakeholders’ Roles in Digital Era

Pink Flowers_edited.jpg

Menargetkan Efisiensi: Meninjau Kembali Reformasi Subsidi Pupuk Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Targeting Efficiency: Reviewing Indonesia’s Fertilizer Subsidy Reform

  • Youtube CIPS
  • Twitter CIPS
  • Instagram CIPS
  • LinkedIn CIPS
  • Email CIPS
bottom of page