Apakah Sentralisasi Solusi Masalah Pajak Ekspor Indonesia? Risiko Struktural Pelemahan Daya Saing Ekspor

Authors

Andree Surianta
Sentralisasi ekspor melemahkan daya saing. Kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) berpotensi mendongkrak biaya transaksi, menambahkan hambatan rantai pasok, dan memicu kerentanan struktural bagi penanaman modal.
Risiko pengalihan perdagangan dan investasi. Pengalihan kendali rantai pasok yang sangat kompleks ke satu entitas dapat memicu pembeli dan investor batu bara, kelapa sawit, dan paduan besi untuk merelokasi pesanan dan investasi mereka ke negara alternatif demi menghindari risiko inefisiensi biaya dan disrupsi rantai pasok.
Menukar masalah under-invoicing dengan krisis kepercayaan. Ekspor satu pintu lebih berisiko memperdalam krisis kepercayaan di mata investor domestik maupun asing daripada mengatasi akar permasalahan manipulasi pelaporan harga pajak.
Evaluasi keberhasilan awal penataan data secara tepat. Keberhasilan DSI meningkatkan devisa setelah dua bulan masa percobaan tanpa biaya bukan bukti efisiensi ekspor satu pintu atau pertanda kesuksesan jangka panjang. Kesuksesan model ini akan sangat bergantung kepada struktur biaya dan layanan yang dibebankan DSI ke eksportir saat beroperasi penuh. Hal-hal ini perlu dipastikan tidak membebani eksportir untuk mencegah pengalihan perdagangan dan investasi (trade and investment diversion) yang menahan pertumbuhan ekspor Indonesia.
Harmonisasikan peraturan turunan untuk menjaga kepastian iklim usaha. Bisnis memperhitungkan ketidakpastian sebagai diskon atas harga yang dibayarkan atau modal yang ditanamkan. Perbedaan antara komitmen dan pelaksanaan kebijakan membuka ruang untuk interpretasi ganda yang meningkatkan ketidakpastian. Untuk itu, celah interpretasi dalam peraturan turunan tentang ekspor tiga komoditas strategis ini perlu ditutup.








































