top of page

Upcoming Events

  • CIPS DigiWeek 2024: Creating a Responsible and Inclusive Digital Ecosystem
    CIPS DigiWeek 2024: Creating a Responsible and Inclusive Digital Ecosystem
    Mon, Jul 15
    Le Meridien Hotel & Zoom Meetings
    Jul 15, 2024, 9:30 PM – Jul 19, 2024, 6:00 PM
    Le Meridien Hotel & Zoom Meetings, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 18 - 20, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10220, Indonesia
    Jul 15, 2024, 9:30 PM – Jul 19, 2024, 6:00 PM
    Le Meridien Hotel & Zoom Meetings, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 18 - 20, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10220, Indonesia

See Previous Events

Transisi Sistem Pangan Berkelanjutan, Seberapa Penting sih di Indonesia?
01:53:03

Transisi Sistem Pangan Berkelanjutan, Seberapa Penting sih di Indonesia?

Sektor pertanian berperan dalam setengah dari penurunan angka kemiskinan ekstrem dari tahun 2020 hingga 2021. Akan tetapi, sistem pertanian yang sedang berjalan di Indonesia saat ini merupakan salah satu kontributor perubahan iklim. Pertanian, perubahan penggunaan lahan, dan kehutanan menyumbang emisi gas rumah kaca dalam jumlah yang signifikan. Rantai pasok pangan di Indonesia juga belum efisien terlihat dari tingginya tingkat limbah dan food loss. Terlebih, sistem pertanian juga bergantung pada pemerintah melalui pengendalian harga dan subsidi langsung. Lalu, strategi apa yang perlu diterapkan untuk mewujudkan sistem pertanian, terutama sektor pangan, yang lebih berkelanjutan? Sejauh mana kebijakan pemerintah dan pihak swasta mampu mewujudkan pertanian pangan yang berkelanjutan? Mari ikuti diskusi CIPS Learning Hub Goes to Campus pada: 🗓️: Selasa, 21 Mei 2024 🕰️: 14.30 – 16.00 WIB 💻: Zoom Meetings & Youtube Live Streaming 🔗: https://cutt.ly/CLH-ULM 🗣️Narasumber: Dr. Dewi Erika Adriani, S.P., M.P., Ph.D. - Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Lambung Mangkurat Malikul Ikram - Director of Research Development, PT BIOPS Agrotekno Indonesia Azizah Fauzi - Peneliti, Center for Indonesian Policy Studies 🎙️Moderator: Maria Dominika - Asisten Peneliti, Center for Indonesian Policy Studies #CIPSEvent #Pertanian #Berkelanjutan #Sustainability #SustainableFarming #UniversitasLambungMangkurat #AliansiPetaniIndonesia #CLHGoestoCampus #cipslearninghub
Pangan Sehat dan Terjangkau, Memang Bisa?
01:48:51
Kekuatan Review Online: Rating, Ulasan, hingga Perlindungan bagi Konsumennya
01:53:00

Kekuatan Review Online: Rating, Ulasan, hingga Perlindungan bagi Konsumennya

Selama satu dekade terakhir, peringkat (ratings) dan ulasan (reviews) online yang dibuat oleh pengguna (users) telah meningkat baik dalam hal jumlah maupun pengaruh. Fitur peringkat dan ulasan konsumen digunakan secara luas di berbagai industri, mulai dari e-commerce, perhotelan dan perjalanan, jasa pesan makanan, perawatan kesehatan, aplikasi dan layanan digital. Hasil ulasan yang dilakukan di platform user-generated content (UGC) seperti media sosial, misalnya, dapat menjadi bentuk promosi untuk produk yang diulas dan bisa menjadi sumber pendapatan. Di sisi lain, ulasan bisa berdampak negatif pada produk atau tempat yang diulas, bahkan berpotensi menimbulkan dampak hukum bagi si pengulas. Tanpa hukum dan peraturan yang memadai dalam melindungi pengulas online, mereka menghadapi risiko dituntut oleh bisnis atau pihak tertentu yang terpengaruh oleh ulasan tersebut.Untuk menavigasi tantangan-tantangan ini, upaya kolektif dan kolaborasi bermakna antara pemangku kepentingan—pemerintah, industri, lembaga pengaduan konsumen, dan kelompok masyarakat sipil—menjadi penting. Datanglah untuk mengetahui perihal Kekuatan Review Online bersama para ahlinya! Untuk membahas lebih lanjut, kami mengundang Anda untuk hadir pada diskusi daring dan peluncuran publikasi terbaru bersama narasumber: Ivan Fithriyanto - Direktur Pemberdayaan Konsumen, Kementerian Perdagangan Agus Suyatno - Pengurus Harian, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Enda Nasution - Founder dan COO Svarna.ID Muhammad Nidhal - Peneliti Muda, Center for Indonesian Policy Studies Moderator: Sharfina Indrayadi - Peneliti Muda, Center for Indonesian Policy Studies Anda dapat mengunduh #Prehasil Policy Brief CIPS “Menelaah Dampak Regulasi dari Ulasan Online Bagi Pengguna: Sebuah Perspektif Perlindungan Konsumen Indonesia” yang dipaparkan dalam webinar ini di: https://cutt.ly/cips-rk20
Pentingnya Transisi Sistem Pertanian Pangan Berkelanjutan di Indonesia
01:50:00

Pentingnya Transisi Sistem Pertanian Pangan Berkelanjutan di Indonesia

Pertumbuhan pertanian telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengentasan kemiskinan dan transformasi ekonomi di Indonesia. Meskipun kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto telah menurun menjadi 13% pada tahun 2019, sektor pertanian masih menyumbang sekitar sepertiga lapangan kerja di Indonesia. Sayangnya, strategi untuk perbaikan sistem pertanian pangan di Indonesia dinilai sudah tidak berkelanjutan. Beberapa tantangan yang dihadapi sektor pertaniaan saat ini, masih bergantungnya pada subsidi langsung dari pemerintah, tingginya tingkat food loss, sampai pada perselisihan pangan-energi pada produk minyak sawit yang menghambat produktivitas sektor pertanian. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini Indonesia memerlukan transisi ke sistem pertanian yang lebih berkelanjutan guna mencapai komitmen iklim Indonesia dan memitigasi dampak perubahan iklim terhadap petani dan nelayan. Untuk membahas lebih lanjut, kami mengundang Anda untuk hadir pada diskusi daring dan peluncuran publikasi terbaru bersama narasumber: Prof. Dr. Ir Sahat Marulitua Pasaribu, M.Eng, - Peneliti Utama, Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah Ni’matul Khasanah - Peneliti Senior, Center for International Forestry Research - International Centre for Research in Agroforestry (CIFOR - ICRAF) Muhammad Nuruddin - Sekretaris Jenderal, Aliansi Petani Indonesia Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc., - Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian, Universitas Lampung Moderator: Raditya Pascal - Peneliti Muda, Center for Indonesian Policy Studies Anda dapat mengunduh #MakalahDiskusiCIPS “Towards More Sustainable Agro-food Systems in Indonesia” yang dipaparkan dalam webinar ini di: https://cutt.ly/cips-dp17
Peluang dan Tantangan Innovative Credit Scoring dalam Konteks Perkembangan Regulasi Inklusi Keuangan
01:24:46

Peluang dan Tantangan Innovative Credit Scoring dalam Konteks Perkembangan Regulasi Inklusi Keuangan

Innovative Credit Scoring (ICS) merupakan alat pengukur kelayakan kredit seorang calon peminjam yang menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence), pembelajaran mesin (machine learning) dan data pribadi nontradisional, seperti data media sosial dan data tagihan rumah tangga. Namun, ICS juga membawa sejumlah risiko, termasuk isu privasi data dan potensi monopoli pasar. Untuk mengatasi risiko tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) untuk memayungi organisasi ICS. Terbitnya Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) untuk memperkuat sektor keuangan digital, termasuk ICS, juga diharapkan dapat mendukung pengembangan ekosistem keuangan digital dan inklusi keuangan di Indonesia. Untuk membahas lebih lanjut, kami mengundang Anda untuk hadir pada diskusi daring dan peluncuran publikasi terbaru bersama narasumber: Evira Soetjoadi - Kepala Pengembangan Bisnis dan Pemasaran, Tokoscore Muhammad Nidhal - Peneliti Muda, Center for Indonesian Policy Studies Moderator: Louis Budiman - Peneliti Muda, Center for Indonesian Policy Studies Tonton ulang video tentang ICS di Unduh publikasi CIPS yang dipaparkan di webinar ini: Berkembangnya Sistem Innovative Credit Scoring di Indonesia: Menilai Risiko dan Tantangan Kebijakan - https://cutt.ly/cips-mk57 Pengalaman Internasional Terkait Innovative Credit Scoring: Pelajaran bagi Indonesia - https://cutt.ly/cips-md14
Peluncuran Buku CIPS: Memodernisasi Pertanian Indonesia
03:08:04

Peluncuran Buku CIPS: Memodernisasi Pertanian Indonesia

Ebook "Memodernisasi Pertanian Indonesia" sudah bisa didapatkan di https://linktr.ee/cipsxrajagrafindo Indonesia masih dihadapkan dengan tantangan pada ketahanan pangan, seperti ketersediaan pangan, rendahnya produktivitas petani, dan ketimpangan pendapatan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan modernisasi pertanian dan keterlibatan sektor swasta untuk mendorong produksi dan pengembangan teknologi. Sayangnya, hambatan seperti kebijakan investasi, perdagangan, serta keterbatasan subsidi publik membatasi partisipasi sektor swasta. Untuk menjawab kesenjangan antara tantangan dan solusi kebijakan tersebut, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengundang Anda untuk hadir dalam peluncuran buku CIPS berjudul “Memodernisasi Pertanian Indonesia”. Buku ini berisi 12 bab yang merupakan rangkuman dari studi CIPS yang dilakukan selama tiga tahun, dan disunting oleh Aditya Alta, Dr. Risti Permani dan Dr. Maria Monica Wihardja. Buku ini juga merupakan komitmen CIPS untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera melalui analisis kebijakan berbasis data. Untuk membahas lebih lanjut, kami mengundang Anda untuk hadir pada diskusi daring dan peluncuran buku CIPS bersama Narasumber: Pidato Kunci oleh: Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, M.T., Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Prof. Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, M.Si., Wakil Menteri Perdagangan (2011-2014) Panelis: Ir. Ali Jamil MP., Ph.D - Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian - Kementerian Pertanian* Dr. Nyoto Suwignyo, MM - Deputi II Bidang Kerentanan Pangan dan Gizi, Badan Pangan Nasional Insan Syafaat, Executive Director, PISAgro Aditya Alta - Head of Research, Center for Indonesian Policy Studies Moderator: Azizah Fauzi - Peneliti, Center for Indonesian Policy Studies
bottom of page