Transfer Teknologi dan Pengetahuan untuk Peternakan Sapi Perah Kontribusi Sektor Swasta dalam Meningkatkan Produksi Susu

Pink Flowers

Authors

Girl with Backpack

Ibnu Budiman

Girl with Backpack

Aditya Alta

Produksi susu segar Indonesia hanya mampu memenuhi 22% permintaan susu nasional. Dengan semakin meningkatnya konsumsi susu dan adanya target nasional agar produksi domestik dapat memenuhi setidaknya 60% permintaan nasional pada tahun 2025, adalah hal yang penting untuk meningkatkan produktivitas peternakan sapi perah. Upaya untuk menggenjot produktivitas ini membutuhkan adopsi berbagai teknologi, teknik, dan praktik manajemen peternakan yang lebih baik oleh peternakan sapi perah. Akan tetapi, karena peternak sapi perah sebagian besar adalah peternak rakyat, investasi pada teknologi menjadi suatu tantangan tersendiri karena masalah biaya, skala produksi yang kecil, serta kurangnya informasi dan kesadaran.

Dalam hal ini, menjalin kemitraan dengan sektor swasta dapat menjadi solusi, sebagaimana telah dibuktikan dalam sejumlah studi kasus terkait transfer teknologi dan pengetahuan dari perusahaan-perusahaan pengolahan besar (seperti Cimory, Frisian Flag Indonesia [FFI], dan Nestlé) dan organisasi-organisasi pembangunan internasional yang beroperasi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Salah satu contoh kolaborasi adalah dukungan untuk upaya digitalisasi pusat pengumpulan susu (milk collection points atau MCP). Sistem digital ini menentukan harga yang mencerminkan kualitas susu setiap peternak, sehingga memberi insentif kepada mereka untuk berinvestasi pada teknologi, perbaikan peralatan, dan manajemen yang lebih baik guna meningkatkan kualitas dan produksi susunya. Berbagai mekanisme kontrak diterapkan dalam transfer teknologi—ada transfer teknologi yang diiringi dengan kesepakatan pemasok dengan persyaratan-persyaratan pemasokan yang bersifat wajib, dan ada yang diberikan sebagai hibah dan pinjaman yang terikat dengan komitmen untuk mempertahankan kualitas dan standar susu.

Girl with Backpack

Other Publications