top of page

Pelajaran dari Pertanian Periurban di Jawa untuk Mendorong Konsumsi Pangan yang Sehat dan Berkelanjutan di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Penulis

Girl with Backpack

Jimmy Daniel Berlianto

Girl with Backpack

Maria Dominika

Ekosistem pertanian periurban menghadapi kerentanan berlapis akibat alih fungsi lahan, ketidakpastian iklim, dan ketimpangan rantai nilai. Kondisi ini menjebak petani kecil dalam siklus tekanan ekonomi dan kerusakan ekologis. Penyusutan lahan dan penurunan hasil panen memaksa petani bergantung pada bahan kimia dan perantara yang merugikan. Siklus ini diperparah oleh menuanya tenaga kerja pertanian dan ketimpangan gender dalam akses sumber daya.

Kerangka kebijakan saat ini masih berfokus pada volume produksi pangan pokok, seperti ekstensifikasi program Lumbung Pangan (Food Estate). Pendekatan ini memicu kesenjangan struktural dengan target kesehatan, gizi, dan penanganan perubahan iklim. Kebijakan belum menjawab kebutuhan lokal maupun mencegah susut pangan (food loss) karena pertanian masih diperlakukan secara parsial. Selain itu, penegakan aturan zonasi, seperti LP2B, masih lemah dan investasi infrastruktur pascapanen minim.

Untuk membangun ketangguhan (resilience) sistem pangan, pemerintah perlu beralih dari intervensi sentralistis menuju tata kelola lintas sektor yang terpadu. Kementerian Pertanian perlu mengarahkan subsidi untuk mendukung pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture), seperti unit pengolahan pupuk organik. Program Petani Milenial perlu didesain ulang agar menjadi mata pencaharian layak bagi pemuda. Kebijakan juga harus mendorong investasi swasta pada logistik pascapanen terdesentralisasi dan menerapkan kerangka transformatif gender.

Guna mengatasi kurangnya koordinasi antarlembaga dan inefisiensi rantai pasok, pemerintah perlu menggunakan indikator sistemik seperti biaya makan sehat (cost of a healthy diet/ CoHD) dalam keputusan lintas sektor. Pelaksanaan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu didesentralisasikan. Selain itu, pemanfaatan skema pembiayaan campuran penting agar perbaikan gizi dan sektor pertanian tidak bergantung penuh pada anggaran negara.

Girl with Backpack

Rasya Athalla Aaron

Publikasi Lainnya

Pink Flowers_edited.jpg

Pelajaran dari Pertanian Periurban di Jawa untuk Mendorong Konsumsi Pangan yang Sehat dan Berkelanjutan di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Kesenjangan Iklim-Gizi: Mewujudkan Sistem Pangan Indonesia yang Sehat dan Berkelanjutan

Pink Flowers_edited.jpg

Lessons from Java’s Peri-Urban Agriculture toward Fostering A Healthy and Sustainable Diet in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

The Climate-Nutrition Disconnect: Championing Indonesia’s Healthy and Sustainable Food System

Pink Flowers_edited.jpg

Protecting Children in the Digital Space: Strengthening PP TUNAS through a Shared Responsibility Approach

Pink Flowers_edited.jpg

Menjembatani Fragmentasi Kebijakan: Menyelaraskan Sistem Pangan Indonesia untuk Perbaikan Gizi

Pink Flowers_edited.jpg

Meningkatkan Produktivitas: Investasi ke Pekebun Swadaya sebagai Motor Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Pink Flowers_edited.jpg

Bridging Policy Fragmentation: Aligning Indonesia’s Food Systems for Better Nutrition

Pink Flowers_edited.jpg

Unlocking Productivity: Investing in Oil Palm Smallholders to Achieve Rapid Growth

Pink Flowers_edited.jpg

Dari Sertifikasi Menuju Pertumbuhan: Mengapa Produktivitas Petani Kecil Penting bagi Perekonomian Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

From Certification to Growth: Why Smallholder Productivity Matters for Indonesia’s Economy

Pink Flowers_edited.jpg

Optimizing Intensification in the Food Estate Program to Strengthen Indonesia’s National and Global Food Security

Pink Flowers_edited.jpg

Casting the Right Policy Net: Should Indonesia Use Quotas to Manage Its Fisheries?

Pink Flowers_edited.jpg

Tata Kelola yang Lebih Baik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Menavigasi Masa Depan Dunia Kerja: Pendekatan Kebijakan untuk Pekerjaan Gig di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Better Governance for Indonesia’s Free Nutritious Meal Program (MBG)

Pink Flowers_edited.jpg

Improving Female Students’ Motivation in STEM through School-based Intervention

Pink Flowers_edited.jpg

Navigating the Future of Work: Policy Approaches for Gig Work in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Melindungi Anak di Ruang Digital: Memperkuat PP TUNAS melalui Pendekatan Tanggung Jawab Bersama

Pink Flowers_edited.jpg

Digitalisasi Rantai Nilai Pangan: Memperkuat Posisi dan Kesejahteraan Petani

Pink Flowers_edited.jpg

Digitalizing the Food Value Chain: Strengthening Farmers’ Position and Welfare

Pink Flowers_edited.jpg

Dampak Sistem Neraca Komoditas terhadap Birokrasi Perdagangan dan Harga Pangan di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

The Impact of the Commodity Balance System on Trade Bureaucracy and Food Price in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Suara Masyarakat untuk Tata Guna Lahan Berkelanjutan di Indonesia: Studi Kasus Keberhasilan Perencanaan Tata Guna Lahan Partisipatif (PLUP) di Aceh & Riau

Pink Flowers_edited.jpg

Community Voices for Sustainable Land Use in Indonesia: Case Studies of Successful Participatory Land Use Planning (PLUP) in Aceh & Riau

Pink Flowers_edited.jpg

Indonesia's Accession to OECD Understanding the Economic Implications

Pink Flowers_edited.jpg

Bayang-Bayang Penyensoran: Perkembangan Kebijakan Moderasi Konten Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Shadows of Censorship: Indonesia’s Content Moderation Policy Development

Pink Flowers_edited.jpg

Mengoptimalkan Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa untuk Pemulihan Pembelajaran yang Efektif

Pink Flowers_edited.jpg

Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Indonesia melalui Aksesi OECD

Pink Flowers_edited.jpg

Menafsir Ulang Food Estate Indonesia: Jejak, Dinamika, dan Masa Depan Ketahanan Pangan Nasional

Pink Flowers_edited.jpg

Harnessing Student-Centered Learning for Effective Learning Recovery

Pink Flowers_edited.jpg

Unlocking Indonesia’s Economic Potential Through OECD Accession

Pink Flowers_edited.jpg

Indonesia’s Food Estate in Context: Bridging Past, Present and Future for National Food Security

Pink Flowers_edited.jpg

Shared Responsibility: Redefining Stakeholders’ Roles in Digital Era

Pink Flowers_edited.jpg

Menargetkan Efisiensi: Meninjau Kembali Reformasi Subsidi Pupuk Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Targeting Efficiency: Reviewing Indonesia’s Fertilizer Subsidy Reform

Pink Flowers_edited.jpg

Tanggung Jawab Bersama: Menata Ulang Peran Para Pemangku Kepentingan di Era Digital

Pink Flowers_edited.jpg

Mewujudkan Otonomi Sekolah untuk Mendukung Pembelajaran yang Responsif terhadap Budaya: Bukti dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur

Pink Flowers_edited.jpg

Envisioning School Autonomy to Leverage Culturally Responsive Learning: Evidence from East Java and East Nusa Tenggara

  • Youtube CIPS
  • Twitter CIPS
  • Instagram CIPS
  • LinkedIn CIPS
  • Email CIPS
bottom of page