top of page

Tata Kelola yang Lebih Baik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Penulis

Girl with Backpack

Jimmy Daniel Berlianto

Girl with Backpack

Rasya Athalla Aaron

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia dikelola melalui pendekatan sentralistis (top-down) yang sangat bergantung kepada Badan Gizi Nasional (BGN) serta satuan dan kantor pelayanan pemenuhan gizi. Program ini berkembang pesat meskipun kesiapan regulasi dan tata kelolanya masih terbatas.

Tahun pertama implementasi MBG menunjukkan berbagai kelemahan dalam model tata kelola yang digunakan, yang berpotensi mengurangi efektivitas program. Hal ini lantaran program berfokus pada perluasan di wilayah perkotaan serta belum memiliki standar kesehatan dan gizi yang jelas, sebagaimana tecermin dari kasus keracunan dan temuan makanan ultra-proses yang terjadi berulang kali.

Berkaca dari pengalaman Brasil, India, Tiongkok, Jepang, dan tren global, studi ini menemukan bahwa tingkat sentralisasi dan mekanisme top-down dalam tata kelola MBG bukanlah model yang lazim. Sebab, pendekatan seperti ini dapat menimbulkan implementasi dan pengawasan yang tidak efektif. Contoh dari negara-negara tersebut menunjukkan kelebihan dan kelemahan berbagai sistem, sekaligus menegaskan bahwa kunci keberhasilan terletak pada tata kelola yang jelas dan efektif.

Guna memastikan efektivitas MBG dan dampak yang berkelanjutan, studi ini merekomendasikan agar Peraturan Presiden (Perpres) No. 115/2025 direvisi untuk beralih dari tata kelola yang sentralistis ke pengelolaan berbasis lokal. BGN tetap dapat berperan sebagai pemimpin program di tingkat nasional, tetapi desain dan pelaksanaan program perlu dipimpin aktor-aktor lokal, terutama orang tua dan sekolah, serta bertumpu pada sumber daya lokal.

Dalam revisi perpres tersebut, CIPS merekomendasikan tiga poin perubahan utama: (i) mewajibkan adanya berbagai mekanisme pelaksanaan, (ii) membagi peran dan kewenangan yang jelas antara BGN dan pemangku kepentingan terkait lainnya, khususnya di tingkat lokal, serta (iii) menegaskan mandat penerapan program secara bertahap dengan prioritas pada kelompok atau wilayah yang tertinggal dan rentan.

Girl with Backpack

Sharfina Indrayadi

Publikasi Lainnya

Pink Flowers_edited.jpg

Lessons from Java’s Peri-Urban Agriculture toward Fostering A Healthy and Sustainable Diet in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

The Climate-Nutrition Disconnect: Championing Indonesia’s Healthy and Sustainable Food System

Pink Flowers_edited.jpg

Protecting Children in the Digital Space: Strengthening PP TUNAS through a Shared Responsibility Approach

Pink Flowers_edited.jpg

Menjembatani Fragmentasi Kebijakan: Menyelaraskan Sistem Pangan Indonesia untuk Perbaikan Gizi

Pink Flowers_edited.jpg

Meningkatkan Produktivitas: Investasi ke Pekebun Swadaya sebagai Motor Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Pink Flowers_edited.jpg

Bridging Policy Fragmentation: Aligning Indonesia’s Food Systems for Better Nutrition

Pink Flowers_edited.jpg

Unlocking Productivity: Investing in Oil Palm Smallholders to Achieve Rapid Growth

Pink Flowers_edited.jpg

Dari Sertifikasi Menuju Pertumbuhan: Mengapa Produktivitas Petani Kecil Penting bagi Perekonomian Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

From Certification to Growth: Why Smallholder Productivity Matters for Indonesia’s Economy

Pink Flowers_edited.jpg

Optimizing Intensification in the Food Estate Program to Strengthen Indonesia’s National and Global Food Security

Pink Flowers_edited.jpg

Casting the Right Policy Net: Should Indonesia Use Quotas to Manage Its Fisheries?

Pink Flowers_edited.jpg

Tata Kelola yang Lebih Baik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Menavigasi Masa Depan Dunia Kerja: Pendekatan Kebijakan untuk Pekerjaan Gig di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Better Governance for Indonesia’s Free Nutritious Meal Program (MBG)

Pink Flowers_edited.jpg

Improving Female Students’ Motivation in STEM through School-based Intervention

Pink Flowers_edited.jpg

Navigating the Future of Work: Policy Approaches for Gig Work in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Melindungi Anak di Ruang Digital: Memperkuat PP TUNAS melalui Pendekatan Tanggung Jawab Bersama

Pink Flowers_edited.jpg

Digitalisasi Rantai Nilai Pangan: Memperkuat Posisi dan Kesejahteraan Petani

Pink Flowers_edited.jpg

Digitalizing the Food Value Chain: Strengthening Farmers’ Position and Welfare

Pink Flowers_edited.jpg

Dampak Sistem Neraca Komoditas terhadap Birokrasi Perdagangan dan Harga Pangan di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

The Impact of the Commodity Balance System on Trade Bureaucracy and Food Price in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Suara Masyarakat untuk Tata Guna Lahan Berkelanjutan di Indonesia: Studi Kasus Keberhasilan Perencanaan Tata Guna Lahan Partisipatif (PLUP) di Aceh & Riau

Pink Flowers_edited.jpg

Community Voices for Sustainable Land Use in Indonesia: Case Studies of Successful Participatory Land Use Planning (PLUP) in Aceh & Riau

Pink Flowers_edited.jpg

Indonesia's Accession to OECD Understanding the Economic Implications

Pink Flowers_edited.jpg

Bayang-Bayang Penyensoran: Perkembangan Kebijakan Moderasi Konten Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Shadows of Censorship: Indonesia’s Content Moderation Policy Development

Pink Flowers_edited.jpg

Mengoptimalkan Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa untuk Pemulihan Pembelajaran yang Efektif

Pink Flowers_edited.jpg

Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Indonesia melalui Aksesi OECD

Pink Flowers_edited.jpg

Menafsir Ulang Food Estate Indonesia: Jejak, Dinamika, dan Masa Depan Ketahanan Pangan Nasional

Pink Flowers_edited.jpg

Harnessing Student-Centered Learning for Effective Learning Recovery

Pink Flowers_edited.jpg

Unlocking Indonesia’s Economic Potential Through OECD Accession

Pink Flowers_edited.jpg

Indonesia’s Food Estate in Context: Bridging Past, Present and Future for National Food Security

Pink Flowers_edited.jpg

Shared Responsibility: Redefining Stakeholders’ Roles in Digital Era

Pink Flowers_edited.jpg

Menargetkan Efisiensi: Meninjau Kembali Reformasi Subsidi Pupuk Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Targeting Efficiency: Reviewing Indonesia’s Fertilizer Subsidy Reform

Pink Flowers_edited.jpg

Tanggung Jawab Bersama: Menata Ulang Peran Para Pemangku Kepentingan di Era Digital

Pink Flowers_edited.jpg

Mewujudkan Otonomi Sekolah untuk Mendukung Pembelajaran yang Responsif terhadap Budaya: Bukti dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur

Pink Flowers_edited.jpg

Envisioning School Autonomy to Leverage Culturally Responsive Learning: Evidence from East Java and East Nusa Tenggara

Pink Flowers_edited.jpg

Mengatasi Disparitas Infrastruktur Teknologi Industri Fintech di Indonesia: Sebuah Analisis Integratif dan Strategi Masa Depan

Pink Flowers_edited.jpg

Merencanakan Pengembangan Pangan Akuatik (Blue Foods) di Indonesia

  • Youtube CIPS
  • Twitter CIPS
  • Instagram CIPS
  • LinkedIn CIPS
  • Email CIPS
bottom of page