top of page

Acara Mendatang

  • CIPS DigiWeek 2024: Creating a Responsible and Inclusive Digital Ecosystem
    CIPS DigiWeek 2024: Creating a Responsible and Inclusive Digital Ecosystem
    Sen, 15 Jul
    Le Meridien Hotel & Zoom Meetings
    15 Jul 2024, 21.30 – 19 Jul 2024, 18.00
    Le Meridien Hotel & Zoom Meetings, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 18 - 20, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10220, Indonesia
    15 Jul 2024, 21.30 – 19 Jul 2024, 18.00
    Le Meridien Hotel & Zoom Meetings, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 18 - 20, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10220, Indonesia

Lihat Acara Sebelumnya

CIPS DigiWeek 2024 - Connecting the Unconnected: Mengatasi Kesenjangan Konektivitas Internet - Day 4

CIPS DigiWeek 2024 - Connecting the Unconnected: Mengatasi Kesenjangan Konektivitas Internet - Day 4

Ternyata, pemerintah Indonesia telah memprioritaskan konektivitas digital inklusif dengan investasi besar seperti kontrak US$2,3 miliar pada 2021 untuk meningkatkan infrastruktur digital melalui BAKTI dan proyek Satelit Multifungsi SATRIA, serta pengenalan layanan satelit Starlink dari SpaceX untuk menjangkau daerah terpencil. Namun, meski ada kemajuan, ternyata kesenjangan digital antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta wilayah barat dan timur, tetap signifikan. Apa yang harus dilakukan agar kesenjangan digital ini bisa teratasi? Untuk dapat menggali lebih dalam mengenai topik tersebut, kami mengundang Anda untuk bergabung dalam diskusi CIPS DigiWeek 2024 - Webinar: Connecting the Unconnected: Mengatasi Kesenjangan Internet pada: 🗓️: Kamis, 18 Juli 2024 🕰️: 13.00 - 14.30 WIB 📍: Zoom Meetings & Live Streaming YouTube 🔗: https://cutt.ly/Regis-DW2024 Narasumber: R. Sri Sanggrama Aradea - Kepala Divisi Layanan Teknologi Informasi untuk Masyarakat, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Benny Herlambang - Site Regulation & Government Relation, PT XL Axiata Andri Johandri - Pegiat Internet Pedesaan Onno W Purbo - Wakil Rektor, Institut Teknologi Tangerang Selatan Moderator: Muhammad Nidhal - Researcher, Center for Indonesian Policy Studies CIPS DigiWeek 2024 “Creating a Responsible and Inclusive Digital Ecosystem”, diselenggarakan secara hybrid pada 15 - 19 Juli 2024. #CIPSDigiWeek2024 #digitalecosystem #connectingtheunconnected
Transisi Sistem Pangan Berkelanjutan, Seberapa Penting sih di Indonesia?
01:53:03

Transisi Sistem Pangan Berkelanjutan, Seberapa Penting sih di Indonesia?

Sektor pertanian berperan dalam setengah dari penurunan angka kemiskinan ekstrem dari tahun 2020 hingga 2021. Akan tetapi, sistem pertanian yang sedang berjalan di Indonesia saat ini merupakan salah satu kontributor perubahan iklim. Pertanian, perubahan penggunaan lahan, dan kehutanan menyumbang emisi gas rumah kaca dalam jumlah yang signifikan. Rantai pasok pangan di Indonesia juga belum efisien terlihat dari tingginya tingkat limbah dan food loss. Terlebih, sistem pertanian juga bergantung pada pemerintah melalui pengendalian harga dan subsidi langsung. Lalu, strategi apa yang perlu diterapkan untuk mewujudkan sistem pertanian, terutama sektor pangan, yang lebih berkelanjutan? Sejauh mana kebijakan pemerintah dan pihak swasta mampu mewujudkan pertanian pangan yang berkelanjutan? Mari ikuti diskusi CIPS Learning Hub Goes to Campus pada: 🗓️: Selasa, 21 Mei 2024 🕰️: 14.30 – 16.00 WIB 💻: Zoom Meetings & Youtube Live Streaming 🔗: https://cutt.ly/CLH-ULM 🗣️Narasumber: Dr. Dewi Erika Adriani, S.P., M.P., Ph.D. - Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Lambung Mangkurat Malikul Ikram - Director of Research Development, PT BIOPS Agrotekno Indonesia Azizah Fauzi - Peneliti, Center for Indonesian Policy Studies 🎙️Moderator: Maria Dominika - Asisten Peneliti, Center for Indonesian Policy Studies #CIPSEvent #Pertanian #Berkelanjutan #Sustainability #SustainableFarming #UniversitasLambungMangkurat #AliansiPetaniIndonesia #CLHGoestoCampus #cipslearninghub
Pangan Sehat dan Terjangkau, Memang Bisa?
01:48:51
Kekuatan Review Online: Rating, Ulasan, hingga Perlindungan bagi Konsumennya
01:53:00

Kekuatan Review Online: Rating, Ulasan, hingga Perlindungan bagi Konsumennya

Selama satu dekade terakhir, peringkat (ratings) dan ulasan (reviews) online yang dibuat oleh pengguna (users) telah meningkat baik dalam hal jumlah maupun pengaruh. Fitur peringkat dan ulasan konsumen digunakan secara luas di berbagai industri, mulai dari e-commerce, perhotelan dan perjalanan, jasa pesan makanan, perawatan kesehatan, aplikasi dan layanan digital. Hasil ulasan yang dilakukan di platform user-generated content (UGC) seperti media sosial, misalnya, dapat menjadi bentuk promosi untuk produk yang diulas dan bisa menjadi sumber pendapatan. Di sisi lain, ulasan bisa berdampak negatif pada produk atau tempat yang diulas, bahkan berpotensi menimbulkan dampak hukum bagi si pengulas. Tanpa hukum dan peraturan yang memadai dalam melindungi pengulas online, mereka menghadapi risiko dituntut oleh bisnis atau pihak tertentu yang terpengaruh oleh ulasan tersebut.Untuk menavigasi tantangan-tantangan ini, upaya kolektif dan kolaborasi bermakna antara pemangku kepentingan—pemerintah, industri, lembaga pengaduan konsumen, dan kelompok masyarakat sipil—menjadi penting. Datanglah untuk mengetahui perihal Kekuatan Review Online bersama para ahlinya! Untuk membahas lebih lanjut, kami mengundang Anda untuk hadir pada diskusi daring dan peluncuran publikasi terbaru bersama narasumber: Ivan Fithriyanto - Direktur Pemberdayaan Konsumen, Kementerian Perdagangan Agus Suyatno - Pengurus Harian, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Enda Nasution - Founder dan COO Svarna.ID Muhammad Nidhal - Peneliti Muda, Center for Indonesian Policy Studies Moderator: Sharfina Indrayadi - Peneliti Muda, Center for Indonesian Policy Studies Anda dapat mengunduh #Prehasil Policy Brief CIPS “Menelaah Dampak Regulasi dari Ulasan Online Bagi Pengguna: Sebuah Perspektif Perlindungan Konsumen Indonesia” yang dipaparkan dalam webinar ini di: https://cutt.ly/cips-rk20
bottom of page