top of page

Mewujudkan Otonomi Sekolah untuk Mendukung Pembelajaran yang Responsif terhadap Budaya: Bukti dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur

Pink Flowers_edited.jpg

Penulis

Girl with Backpack

Sharfina Indrayadi

Girl with Backpack

Riyandi Saras Anggita

Keberagaman sosial, budaya, dan geografis di Indonesia menuntut adanya sistem pendidikan yang terdesentralisasi, yang telah diterapkan sejak akhir 1990-an. Melalui desentralisasi ini, sekolah memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan praktik pembelajaran dengan konteks lokal, dengan menekankan pembelajaran yang responsif terhadap budaya (culturally responsive learning atau CRL) guna mengakomodasi bahasa dan latar belakang budaya siswa yang beragam.

Otonomi sekolah, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang No. 20/2003 serta Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 47/2023, memberikan kewenangan dan fleksibilitas bagi sekolah dalam hal pengembangan kurikulum, pengelolaan guru, serta keterlibatan masyarakat. Hal ini memastikan agar pendidikan tetap inklusif dan relevan dengan konteks lokal. Kebijakan seperti Kurikulum Merdeka turut mendukung penerapan CRL dengan memberikan ruang bagi kebijakan daerah untuk mengadaptasi pembelajaran berbasis konteks lokal dalam kegiatan kurikuler maupun kokurikuler. Pemerintah daerah dapat mengimplementasikan ini dengan mengembangkan regulasi yang mengatur muatan lokal, pendekatan pengajaran, bahan ajar, serta strategi pelaksanaannya.

Akan tetapi, masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kapasitas guru, infrastruktur yang belum memadai, serta kesulitan dalam menyeimbangkan standar kurikulum nasional dengan adaptasi lokal. Meski CRL menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk pendidikan inklusif, efektivitasnya sangat bergantung kepada kepemimpinan sekolah yang kuat, kolaborasi dengan masyarakat, serta alokasi sumber daya yang mencukupi agar dapat diterapkan secara optimal di berbagai daerah.

Konteks lokal lebih tecermin dalam kebijakan di tingkat daerah. Sebagai contoh, sekolah-sekolah di Jawa dan luar Jawa, yang memiliki perbedaan geografis dan sosial-ekonomi, menerapkan otonomi dengan cara yang berbeda-beda dalam mengadaptasi CRL. Studi kasus di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkap adanya perbedaan signifikan dalam kerangka kebijakan yang mengatur implementasi CRL di dua daerah tersebut. Kebijakan di Jawa Timur berfokus pada kerangka pembelajaran adaptif yang lebih luas, dengan mengintegrasikan teknologi dan pendidikan inklusif sekaligus menekankan penggunaan materi yang relevan secara budaya, metode pengajaran berbasis konteks lokal, dan kegiatan ekstrakurikuler. Sementara itu, NTT lebih mengutamakan pembelajaran yang responsif terhadap budaya dengan menitikberatkan penggunaan bahasa daerah sebagai sarana peningkatan literasi. Perbedaan ini menciptakan variasi dalam tingkat otonomi sekolah, khususnya pada tiga aspek utama: pendekatan pengajaran (pedagogi) yang responsif terhadap budaya, integrasi konteks lokal ke dalam materi ajar, dan pembelajaran berbasis proyek yang relevan secara budaya.

Keefektifan CRL di tingkat daerah sangat bergantung kepada dua faktor utama yang mendukung otonomi sekolah dalam mengintegrasikan pendekatan ini. Pertama, penguatan program pelatihan guru secara informal, seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG), dapat menjadi pendekatan yang lebih hemat biaya dan tepat sasaran untuk mengintegrasikan muatan lokal serta membuat pembelajaran lebih relevan dengan kearifan setempat.

Girl with Backpack

Yulia Esti Utami

Publikasi Lainnya

Pink Flowers_edited.jpg

Lessons from Java’s Peri-Urban Agriculture toward Fostering A Healthy and Sustainable Diet in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

The Climate-Nutrition Disconnect: Championing Indonesia’s Healthy and Sustainable Food System

Pink Flowers_edited.jpg

Protecting Children in the Digital Space: Strengthening PP TUNAS through a Shared Responsibility Approach

Pink Flowers_edited.jpg

Menjembatani Fragmentasi Kebijakan: Menyelaraskan Sistem Pangan Indonesia untuk Perbaikan Gizi

Pink Flowers_edited.jpg

Meningkatkan Produktivitas: Investasi ke Pekebun Swadaya sebagai Motor Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Pink Flowers_edited.jpg

Bridging Policy Fragmentation: Aligning Indonesia’s Food Systems for Better Nutrition

Pink Flowers_edited.jpg

Unlocking Productivity: Investing in Oil Palm Smallholders to Achieve Rapid Growth

Pink Flowers_edited.jpg

Dari Sertifikasi Menuju Pertumbuhan: Mengapa Produktivitas Petani Kecil Penting bagi Perekonomian Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

From Certification to Growth: Why Smallholder Productivity Matters for Indonesia’s Economy

Pink Flowers_edited.jpg

Optimizing Intensification in the Food Estate Program to Strengthen Indonesia’s National and Global Food Security

Pink Flowers_edited.jpg

Casting the Right Policy Net: Should Indonesia Use Quotas to Manage Its Fisheries?

Pink Flowers_edited.jpg

Tata Kelola yang Lebih Baik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Menavigasi Masa Depan Dunia Kerja: Pendekatan Kebijakan untuk Pekerjaan Gig di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Better Governance for Indonesia’s Free Nutritious Meal Program (MBG)

Pink Flowers_edited.jpg

Improving Female Students’ Motivation in STEM through School-based Intervention

Pink Flowers_edited.jpg

Navigating the Future of Work: Policy Approaches for Gig Work in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Melindungi Anak di Ruang Digital: Memperkuat PP TUNAS melalui Pendekatan Tanggung Jawab Bersama

Pink Flowers_edited.jpg

Digitalisasi Rantai Nilai Pangan: Memperkuat Posisi dan Kesejahteraan Petani

Pink Flowers_edited.jpg

Digitalizing the Food Value Chain: Strengthening Farmers’ Position and Welfare

Pink Flowers_edited.jpg

Dampak Sistem Neraca Komoditas terhadap Birokrasi Perdagangan dan Harga Pangan di Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

The Impact of the Commodity Balance System on Trade Bureaucracy and Food Price in Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Suara Masyarakat untuk Tata Guna Lahan Berkelanjutan di Indonesia: Studi Kasus Keberhasilan Perencanaan Tata Guna Lahan Partisipatif (PLUP) di Aceh & Riau

Pink Flowers_edited.jpg

Community Voices for Sustainable Land Use in Indonesia: Case Studies of Successful Participatory Land Use Planning (PLUP) in Aceh & Riau

Pink Flowers_edited.jpg

Indonesia's Accession to OECD Understanding the Economic Implications

Pink Flowers_edited.jpg

Bayang-Bayang Penyensoran: Perkembangan Kebijakan Moderasi Konten Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Shadows of Censorship: Indonesia’s Content Moderation Policy Development

Pink Flowers_edited.jpg

Mengoptimalkan Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa untuk Pemulihan Pembelajaran yang Efektif

Pink Flowers_edited.jpg

Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Indonesia melalui Aksesi OECD

Pink Flowers_edited.jpg

Menafsir Ulang Food Estate Indonesia: Jejak, Dinamika, dan Masa Depan Ketahanan Pangan Nasional

Pink Flowers_edited.jpg

Harnessing Student-Centered Learning for Effective Learning Recovery

Pink Flowers_edited.jpg

Unlocking Indonesia’s Economic Potential Through OECD Accession

Pink Flowers_edited.jpg

Indonesia’s Food Estate in Context: Bridging Past, Present and Future for National Food Security

Pink Flowers_edited.jpg

Shared Responsibility: Redefining Stakeholders’ Roles in Digital Era

Pink Flowers_edited.jpg

Menargetkan Efisiensi: Meninjau Kembali Reformasi Subsidi Pupuk Indonesia

Pink Flowers_edited.jpg

Targeting Efficiency: Reviewing Indonesia’s Fertilizer Subsidy Reform

Pink Flowers_edited.jpg

Tanggung Jawab Bersama: Menata Ulang Peran Para Pemangku Kepentingan di Era Digital

Pink Flowers_edited.jpg

Mewujudkan Otonomi Sekolah untuk Mendukung Pembelajaran yang Responsif terhadap Budaya: Bukti dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur

Pink Flowers_edited.jpg

Envisioning School Autonomy to Leverage Culturally Responsive Learning: Evidence from East Java and East Nusa Tenggara

Pink Flowers_edited.jpg

Mengatasi Disparitas Infrastruktur Teknologi Industri Fintech di Indonesia: Sebuah Analisis Integratif dan Strategi Masa Depan

Pink Flowers_edited.jpg

Merencanakan Pengembangan Pangan Akuatik (Blue Foods) di Indonesia

  • Youtube CIPS
  • Twitter CIPS
  • Instagram CIPS
  • LinkedIn CIPS
  • Email CIPS
bottom of page