Menghapus Pembatasan Perdagangan untuk Menurunkan Harga Daging Sapi di Indonesia

Pink Flowers

Authors

Girl with Backpack

Hizkia Respatiadi

Girl with Backpack

Hana Nabila

Harga daging sapi di Indonesia hampir dua kali lipat lebih mahal daripada pasar internasional. Hal ini menjadi tantangan bagi masyarakat pra-sejahtera dan turut menurunkannya konsumsi daging sapi di Indonesia juga menjadi penyebab gizi buruk kronis yang diderita oleh sekitar 29% anak di bawah lima tahun (balita) di Indonesia.

Pemerintah mengklaim bahwa pasokan daging sapi lokal mampu memenuhi sebagian besar permintaan pasar, namun harganya menjadi mahal akibat proses distribusi yang panjang dan rumit. Pemerintah berpandangan bahwa solusinya adalah memotong rantai distribusi dengan cara menyerahkan prosesnya kepada badan-badan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) daging sapi yang berlaku secara nasional. Namun pada prakteknya, pendekatan sentralistik seperti ini sulit diterapkan.

Makalah ini menyajikan alternatif yang lebih baik dengan memanfaatkan perdagangan internasional melalui daging sapi impor. Daging sapi impor memiliki rantai distribusi yang jauh lebih pendek, dan harga daging sapi di pasar internasional hanya dari harga daging sapi lokal di Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, kami merekomendasikan empat perubahan kebijakan.

Other Publications