Hilangnya Data Harga Jagung dan Kenaikan Harga Daging Sapi, Analisis CIPS Food Monitor Q1 2026
- Center for Indonesian Policy Studies

- 7 Mei
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
Gambar 1. Data Harga Jagung (Januari 2025 - Maret 2026)
(Panduan: arahkan kursor dan klik pada grafik untuk melihat detail harga)
Sorotan Komoditas 1: Harga Jagung dan Ketersediaan Data
Pada kuartal III tahun 2025, Pemerintah Indonesia menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung di tingkat petani menjadi Rp5.500/kg dari Rp4.500/kg. Naiknya HPP tergambar dari tren peningkatan harga di tingkat produsen (Gambar 1). Secara tahunan (yoy), harga jagung konsisten naik, terlihat dari data Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dan lonjakan harga pangan tertinggi di tingkat peternak yang mencapai angka Rp7.049/kg per Januari 2026, yang pada gilirannya turut memengaruhi kenaikan harga daging ayam.
Namun, data harga komoditas jagung di tingkat produsen yang dirilis oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) tidak tersedia sejak kuartal I tahun 2026, sementara data grosir dan konsumen yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan dan Bapanas tidak lagi tersedia sejak kuartal I tahun 2025 meskipun tren kenaikan harga dapat diasumsikan berlanjut.
Ketidaktersediaan data ini menyulitkan kami sebagai pengamat independen untuk menganalisis dinamika pasar dan harga komoditas dan berkontribusi dalam menawarkan rekomendasi kebijakan dan tindakan pasar yang diperlukan. Kami berharap transparansi dan keterbukaan sistem data pangan bagi sektor swasta, pengamat dan masyarakat umum dapat terus dijaga karena merupakan fondasi tata kelola pemerintahan yang baik, menjaga kepercayaan publik, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam demokrasi.
Gambar 2. Data Harga Daging Sapi (Januari 2025 - Maret 2026)
(Panduan: arahkan kursor dan klik pada grafik untuk melihat detail harga)
Sorotan Komoditas 2: Harga Daging Sapi Merangkak Naik
Harga daging sapi terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, mencapai rekor tertinggi dalam setidaknya lima tahun terakhir pada kuartal I tahun 2026. Per Maret 2026, harga di tingkat produsen mencapai Rp137.950/kg, meningkat 13,6% secara tahunan (yoy) dan 25,4% dibandingkan Maret 2021. Sementara itu, harga di tingkat konsumen mencapai Rp148.350/kg, naik 8,2% yoy dan 20,4% dibandingkan Maret 2021. Kenaikan harga ini terjadi meskipun pemerintah telah menetapkan Harga Acuan Pembelian dan Harga Acuan Penjualan melalui Peraturan Badan Pangan Nasional No.12/2024. Harga di tingkat produsen sudah hampir menyentuh batas atas HAP (sekitar Rp130.000/kg–Rp140.000/kg), yang kemudian mendorong harga konsumen mendekati Rp150.000/kg. Kebijakan ini pada akhirnya mengindikasikan bahwa regulasi terkait intervensi harga tidak efektif.
Kenaikan harga daging sapi disebabkan oleh beberapa faktor utama, di samping intervensi harga yang tidak efektif. Keterbatasan pasokan domestik di tengah tingginya permintaan menjadi pendorong utama. Upaya-upaya merespons tingginya permintaan daging sapi dengan peningkatan suplai pun terhambat oleh Neraca Komoditas yang membatasi kuota impor untuk pelaku swasta sebesar 30.000 ton pada tahun 2026, atau menurun 83% dari total kuota pada tahun 2025. Melemahnya kurs rupiah, tingginya struktur biaya logistik untuk pakan di beberapa negara produsen utama dunia, hingga lonjakan permintaan hari raya turut menjadi faktor penyebab naiknya harga daging sapi di Indonesia. Tren harga ini menunjukkan perlunya kebijakan jangka panjang pada industri daging sapi, meliputi perbaikan infrastruktur, logistik untuk menekan biaya, serta perubahan mendasar pada pendekatan intervensi harga dan hambatan kuota yang selama ini gagal menjaga daya saing produsen dan daya beli konsumen.
Tertarik melihat data komoditas pangan lainnya? Berlangganan CIPS Food Monitor sekarang, GRATIS!
Apa saja manfaat lainnya?
Akses database komoditas pangan yang diperbarui setiap kwartal
Data pangan komprehensif yang meliputi produksi, konsumsi, impor-ekspor, harga, dan regulasi
Sumber data tujuh komoditas pangan yang terpercaya
Laporan triwulanan yang berisi analisis pada satu komoditas utama
Unduh dan baca penelitian CIPS terkait kebijakan jagung dan daging sapi di publikasi CIPS berikut:




Komentar