top of page

Regulasi Ketat Memperparah Dilema Gula Indonesia

  • Writer: Center for Indonesian Policy Studies
    Center for Indonesian Policy Studies
  • 2 days ago
  • 3 min read


Gambar 1. Data Harga Gula (January 2025 - March 2026)

(Guidance: Point to the cursor and click on the graph to see price details)


Pada kuartal kedua tahun 2026 (April-Juni), pasar gula Indonesia menghadapi tekanan kenaikan yang berkelanjutan; harga domestik terus meningkat meskipun terjadi penurunan signifikan dan jangka panjang di pasar internasional. Harga di tingkat produsen dan konsumen domestik mengalami kenaikan moderat antara Juni 2024 dan Juni 2026, masing-masing sebesar 7,1% dan 4,1%. Sebaliknya, harga gula mentah internasional justru merosot tajam, turun hingga 18,7% pada Juni 2026 dalam kurun waktu dua tahun yang sama.


Kesenjangan harga domestik ini semakin melebar selama kuartal kedua tahun 2026. Rata-rata harga gula mentah internasional memang naik tipis sebesar 7,3% dari kuartal pertama ke kuartal kedua tahun 2026. Namun, tren harga gula domestik justru melonjak: harga di tingkat produsen, pedagang besar (grosir), dan konsumen masing-masing naik sebesar 2,15%, 4,08%, dan 4,09%.


Fenomena ini memunculkan pertanyaan kebijakan yang mendasar: mengapa harga gula domestik terus meningkat sementara harga bahan baku global justru jauh lebih murah dalam jangka panjang?


Ketimpangan yang kian melebar antara harga gula domestik dan internasional ini berakar pada masalah kapasitas produksi dalam negeri serta intervensi pemerintah di pasar. Banyak produsen gula di Indonesia masih mengandalkan mesin-mesin tua berusia ratusan tahun sehingga efisiensi produksi menurun dari waktu ke waktu. Selain secara signifikan mendongkrak biaya produksi—yang pada akhirnya memicu lonjakan harga pasar—rendahnya efisiensi ini juga merugikan petani; tebu hasil panen sering kali menumpuk terlalu lama menunggu giliran giling, sehingga kadar gulanya berkurang.


Masalah produksi ini diperparah oleh biaya pengadaan bahan baku, mengingat pemerintah telah menerapkan kuota impor gula mentah melalui regulasi Neraca Komoditas (NK) sejak 2022. Lebih jauh lagi, sejak awal tahun 2026, pemerintah telah sepenuhnya membatasi impor gula mentah untuk konsumsi, sehingga kuota yang ada hanya diperuntukkan bagi gula industri. Hal ini memperberat tantangan yang dihadapi industri gula dalam negeri karena biaya produksi menjadi semakin tinggi. Dampaknya juga dirasakan oleh konsumen yang tidak dapat menikmati keuntungan dari harga global yang rendah karena harga tersebut tidak tercermin di pasar domestik.


Rekomendasi Kebijakan CIPS

Ketika harga internasional turun tajam—seperti penurunan sebesar 18,7% menjelang Juni 2026—pembatasan impor yang kaku secara aktif menghambat transmisi penurunan harga tersebut ke konsumen domestik, sementara efisiensi produksi dalam negeri yang rendah turut menambah tekanan pada harga.


Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) merekomendasikan transisi jangka panjang menuju liberalisasi pasar dan peningkatan kapasitas produksi:

  1. Menghapus pembatasan impor yang menyebabkan kenaikan harga domestik: Indonesia harus beralih ke mekanisme perdagangan yang transparan dan digerakkan oleh pasar, sehingga pergerakan harga global dapat tersalurkan secara alami kepada konsumen dan produsen lokal. Selain itu, membuka akses impor dapat menghilangkan premi harga artifisial yang selama ini menjadi celah bagi praktik korupsi yang menguntungkan.

  2. Memperbaiki iklim usaha guna mendorong investasi dalam modernisasi industri gula: mesin dan peralatan lama harus diganti untuk menekan biaya produksi, sehingga harga pasar dapat diturunkan. Langkah ini juga mencakup modernisasi rantai nilai, khususnya sistem penyimpanan, guna mencegah kerugian besar yang dialami petani pada setiap musim panen. Hal ini memerlukan investasi berkualitas yang hanya dapat diperoleh melalui iklim usaha yang sehat dan kompetitif.




Tertarik melihat data komoditas pangan lainnya? Berlangganan CIPS Food Monitor sekarang, GRATIS!


Apa saja manfaat lainnya? 

  • Database komoditas pangan yang diperbarui setiap kuartal 

  • Data pangan komprehensif yang meliputi produksi, konsumsi, impor-ekspor, harga, dan regulasi

  • Sumber data tujuh komoditas pangan yang terpercaya

  • Laporan triwulanan yang berisi analisis pada satu komoditas utama 




Unduh dan Baca Publikasi CIPS terkait kebijakan gula di Indonesia:

 
 
 
  • Youtube CIPS
  • Twitter CIPS
  • Instagram CIPS
  • LinkedIn CIPS
  • Email CIPS
bottom of page