• Admin

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Bantu Jaga Modal Investor Tetap di Indonesia

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


31 Oktober 2018 – JAKARTA, Pemerintah harus fokus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Hal ini dilakukan untuk menjaga modal investor supaya tetap bertahan di Tanah Air.

Membaiknya perekonomian Amerika Serikat berdampak pada bergeraknya arus modal dari negara berkembang ke Amerika Serikat. Pergerakan ini menyebabkan Rupiah dan berbagai mata uang di negara berkembang lainnya mengalami gejolak nilai mata uang yang lebih volatil dan memburuk apabila dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya.


”Selain kekhawatiran bahwa Rupiah berpotensi terus melemah dapat berdampak pada kinerja perekonomian, khususnya neraca perdagangan Indonesia, satu faktor penting yang harus dijaga dengan baik adalah volatilitas nilai Rupiah tersebut,” jelas Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman.


Ilman menguraikan, menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah, walaupun pada nilai mata uang yang rendah, harus dilakukan untuk memberikan jaminan bagi para investor asing untuk tetap menanamkan modalnya di dalam negeri. Berdasarkan Ketidakstabilan nilai tukar Rupiah pada kuartal 2 2018, dimana nilai Rupiah mengalami volatilitas sebesar 6,6%, lebih tinggi daripada kuartal 1 2018 yang  sebesar 3%, tidk dapat dipungkiri juga memiliki peran pada anjloknya Foreign Direct Investment (Penanaman Modal Langsung) dari USD 5.411,9 juta pada kuartal 1 menjadi USD 3.609,58 juta pada kuartal 2. Stabilitas nilai tukar Rupiah juga berperan penting untuk sentimen investasi yang berkelanjutan dan kepercayaan pasar terhadap kondisi Indonesia.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies