• Admin

Stabilitas Ekonomi Harus Jadi Prioritas Capres-Cawapres Terpilih

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


28 November 2018 – JAKARTA, Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden terpilih harus memprioritaskan kestabilan ekonomi dalam program-programnya. Kondisi ekonomi Indonesia yang naik turun belakangan ini wajib distabilkan melalui program ekonomi yang tepat sasaran dan bisa mengakomodir kepentingan nasional.


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan, beberapa hal yang patut diperhatikan adalah menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga neraca perdagangan agar tidak mengalami defisit.


Ia menjelaskan, nilai Rupiah yang telah tertekan sebesar kurang lebih 7% semenjak satu tahun terakhir memberikan dampak negatif sekaligus positif. Walaupun melemahnya Rupiah dianggap baik untuk meningkatkan ekspor dengan memberikan harga jual yang lebih kompetitif, nyatanya hal ini juga memberikan dampak yang cukup serius pada industri yang berorientasi pada impor bahan produksi.


”Melemahnya Rupiah juga ikut melemahkan daya beli mata uang terhadap input yang diperlukan untuk proses produksi. Hal ini terjadi karena 90% impor merupakan barang kapital yang merupakan bagian dari input. Pada akhirnya hal ini menyebabkan naiknya nilai jual. Selain itu, komoditas pangan yang ada di Indonesia juga tidak terlepas dari produk impor. Pembiaran kondisi ini pada akhirnya akan memengaruhi harga produk dan memicu inflasi domestik” ungkap Ilman.


Pemerintah juga perlu memprioritaskan neraca perdagangan agar jangan sampai defisit. Defisit neraca perdagangan yang ditunjukkan dengan lebih besarnya nilai impor daripada ekspor sebesar USD 2,83 Miliar pada Januari- Mei 2018. Sementara itu, nilai neraca perdagangan migas dan non migas mengalami nilai -USD 5,03 miliar dan +USD 2,2 miliar pada periode yang sama. Defisit neraca perdagangan yang terjadi terus menerus dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi, sehingga kondisi ini perlu diatasi melalui peningkatan nilai ekspor.


Peningkatan nilai ekspor dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas dan daya saing industri dalam jangka panjang. Namun, kebijakan dalam jangka pendek seperti prioritas pembangunan infrastruktur strategis dan mengurangi subsidi BBM dapat dilakukan sebagai bentuk pengurangan ketergantungan terhadap impor. Impor hanyalah salah satu instrumen untuk menjaga kestabilan harga komoditas di dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah juga sebaiknya fokus pada peningkatan produktivitas industri domestik dan menambah daya saing produk dalam negeri.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies