• CIPS Indonesia

[Siaran Pers] Wacana Membuka Sekolah Perlu Diiringi Peningkatan Performa Atasi Pandemi Covid-19

Siaran Pers - Jakarta, Pemerintah sudah mulai mewacanakan untuk kembali membuka sekolah dan mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke sekolah. Hal ini perlu disikapi dengan positif dan juga diikuti dengan berbagai pertimbangan yang matang, salah satunya adalah perlunya peningkatan performa pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Hal ini penting karena mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke sekolah akan melibatkan jutaan siswa dan guru.


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra mengatakan, pada saat ini pemerintah sedang mengkaji dan merencanakan berbagai alternatif untuk mempersiapkan tahun ajaran baru 2020/2021 yang akan dimulai pada bulan Juli. Perencanaan ini tentu saja berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya akibat adanya pandemi Covid-19. Keadaan ini telah memaksa siswa untuk melakukan kegiatan belajar jarak jauh dari rumah sejak dua bulan yang lalu.


Meskipun belum ada penurunan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah sudah mulai mempertimbangkan untuk membuka sekolah pada bulan Juli. Pertimbangan untuk membuka sekolah harus diimbangi dengan meningkatnya performa pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Malah, yang terjadi pada beberapa hari belakangan ini justru adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang cukup signifikan secara nasional.


Pada saat ini, tren kasus di Indonesia masih cenderung cukup tinggi. Jika jumlah kasus tidak menurun secara signifikan hingga bulan Juli, keputusan untuk membuka sekolah akan sangat berbahaya bagi kesehatan peserta didik, tenaga pendidik, dan juga orang tua. Tanpa adanya komitmen yang kuat dari pemerintah dalam mengatasi pandemi, keputusan untuk melanjutkan pendidikan jarak jauh masih merupakan alternatif yang baik dilakukan terlepas dari berbagai keluhan terkait dengan kurangnya akses dan lain sebagainya.


“Pemerintah perlu mengkaji pertimbangan untuk mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke sekolah. Kondisi persebaran Covid-19 di setiap daerah berbeda dan hal ini tentu membutuhkan penanganan yang perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah,” jelas Nadia.


Namun, apabila pemerintah benar-benar mempertimbangkan untuk membuka sekolah pada bulan Juli kelak, aspek kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengkaji tiga alternatif dalam membuka sekolah. Pertama adalah membuka sebagian sekolah dan memperbolehkan semua siswa yang bersangkutan masuk ke sekolah dan yang kedua adalah membuka sebagian sekolah dan hanya memperbolehkan sebagian siswa untuk masuk ke sekolah. Sementara itu yang ketiga adalah membuka semua sekolah dan hanya sebagian siswa yang diperbolehkan masuk sekolah.


Terlepas dari adanya tiga alternatif tersebut, protokol pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah pada masa pandemic Covid-19 wajib dirancang untuk menjamin keselamatan semua pihak. Belajar dari negara Jepang yang telah membuka sekolah, Kementerian Kesehatan Jepang mengharuskan sekolah-sekolah untuk membuka ventilasi, menjaga physical distancing, mengecek suhu badan siswa dan guru setiap hari, serta mewajibkan penggunaan masker.


Apabila pemerintah ingin membuka sekolah, lanjut Nadia, akses terhadap peralatan kebersihan dan kesehatan seperti masker, sabun, disinfektan, atau hand sanitizer harus dipermudah. Selain memberikan bantuan kepada sekolah, pemerintah juga dapat memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk menggunakan dana BOS dalam upaya memperlancar kegiatan belajar mengajar di tengah Covid-19. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar juga wajib mengikuti prinsip physical distancing di area sekolah. Peserta didik diharapkan tidak boleh berkumpul dalam jumlah besar untuk menghindari penyebaran Covid-19. Selain itu, para tenaga pendidik dan orang tua juga wajib diedukasi untuk selalu menaati protokol yang telah ditetapkan.

Lihat siaran pers CIPS lainnya terkait Covid-19 di sini.


Foto: Unsplash

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies