• CIPS Indonesia

Siaran Pers | Penggunaan Regulatory Sandbox Dapat Bantu Kembangkan Kerahasiaan Data

Siaran Pers - Jakarta, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, penggunaan regulatory sandbox dapat membantu pengembangan kerahasiaan data. Regulatory sandbox atau ruang uji terbatas adalah medium yang aman untuk menguji penyelenggara teknologi finansial beserta produk, layanan, teknologi, dan/atau model bisnisnya. Dalam ekonomi digital yang berkembang cepat, perusahaan seringkali berada di bawah tekanan untuk berinovasi. Mereka perlu terus memperbaharui produk dan layanannya, tampilan pengguna dan meningkatkan interaksi dengan konsumen.

Teknik manajemen modern, yang sarat ketangkasan dan kolektivitas, merupakan indikasi bagi perusahaan di sektor ekonomi digital untuk merespons pasar yang terus berubah dengan lebih cepat dan efektif. Kekhawatiran akan tertinggal dan kalah dari pesaing mereka dibarengi dengan adanya risiko bahwa alat dan aplikasi pemrosesan data mereka yang baru kemungkinan termasuk dalam pelanggaran peraturan kerahasiaan data. Oleh karena itu, merupakan hal yang penting untuk mengembangkan kebijakan dan peraturan kerahasiaan data yang tidak menghambat perusahaan untuk berinovasi.

Pingkan menambahkan, regulatory sandbox membantu menjembatani pemerintah sebagai regulator dan pihak swasta dalam membangun kerangka kerja yang terbuka akan inovasi. Awalnya mekanisme ini dikembangkan di sektor keuangan dengan tujuan mengizinkan perusahaan untuk menguji produk inovatif, layanan, atau model bisnis mereka sementara dikecualikan dari beberapa kewajiban. Otoritas berwenang yang mengawasi jalannya uji terbatas ini tidak memberlakukan beberapa aturan administratif dan menggunakan kesempatan tersebut untuk tujuan meningkatkan inovasi. Cara tersebut mengizinkan perusahaan untuk menguji inovasi yang mereka buat dan memahami ekspektasi pengawasan, sementara pemerintah mendapatkan gambaran teknologi baru selama masa pengujian sehingga mereka bisa mulai menyesuaikan pengawasan mereka.

“Penggunaan regulatory sandbox erat kaitannya dengan co-regulation atau pengaturan bersama. Pelibatan semua pihak melalui pembagian kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Untuk memfasilitasi pertumbuhan ekonomi digital lebih lanjut, pemerintah harus memastikan keamanan ekosistem digital bagi penggunanya sekaligus menyediakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi. Pemerintah harus mengejar tujuan ini dengan berfokus pada empat bidang kebijakan, yaitu perlindungan konsumen, privasi data, keamanan siber dan pembayaran elektronik. Hal-hal tersebut penting karena absennya regulasi di bidang-bidang tersebut jika diselesaikan akan mempercepat pembangunan ekonomi digital Indonesia yang inklusif. Meskipun diperlakukan secara terpisah, terkadang area tersebut tumpang tindih dan memengaruhi lingkungan ekonomi digital negara.” terang Pingkan.

Indonesia bisa belajar dari pengalaman negara tetangga, yaitu Singapura. Singapura menggunakan regulatory sandbox ketika merevisi UU PDP mereka, berdasarkan data dari Monetary Authority of Singapore, 2019. Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapura dan Personal Data Protection Commission (PDPC) melibatkan enam kontributor data untuk pengujian dan validasi konsep yang juga melibatkan pertukaran data umum dan pribadi. Di bawah Kerangka Kerja Pertukaran Data Terpercaya atau Trusted Data Sharing Framework, regulatory sandbox dimulai dengan fase di mana perusahaan memberikan rencana mereka untuk berinovasi dengan menggunakan data. Jika fase ini tidak bisa memastikan bahwa mereka telah mematuhi peraturan yang berlaku, maka IMDA/PDCP akan memberikan panduan untuk mengurangi ketidakpastian terkait inovasi tersebut. Akhirnya, jika kekhawatiran tersebut masih tetap belum tertangani, maka regulator dan perusahaan bekerja sama untuk membuat panduan baru atau kebijakan baru sebagai amandemen terhadap UU yang sudah ada. Ketika Singapura memperbarui UU PDP mereka dan tengah membuat panduan terkait, Facebook berkolaborasi dengan IMDA dalam sebuah proyek regulatory sandbox. Sebagai bagian dari proyek Facebook Accelerator - Singapura, regulatory sandbox mencari panduan dari regulator dan ahli di sektor industri terkait ketika bekerja dengan startups untuk bersama-sama membuat cara terkait pemberitahuan dan dinamika persetujuan dapat diimplementasikan dalam produk dan layanan yang inovatif (Business at OECD, 2020)




Selain siaran terlampir, CIPS juga merilis video, infografik mengenai perlindungan data pribadi dan juga RUU Perlindungan Data Pribadi.


Berikut ini, adalah tautan untuk mengakses ringkasan kebijakan dan juga infografiknya:

  • Unduh Ringkasan Kebijakan di sini.

  • Unduh versi infografik di sini