• CIPS Indonesia

[Siaran Pers] Peniadaan Ujian Nasional 2020 Momen Evaluasi Kualitas Pendidikan Nasional

Updated: Apr 23

Siaran Pers - Jakarta, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza mengatakan, pandemi Coronavirus disease (Covid-19) berdampak signifikan pada pendidikan di Tanah Air, salah satunya adalah peniadaan Ujian Nasional (UN) 2020. Pelaksanaan UN yang dijadwalkan sebagai UN terakhir sebelum pemberlakuan Merdeka Belajar terpaksa ditiadakan untuk menjaga keselamatan para siswa, guru dan pihak-pihak yang terlibat di dalam kegiatan belajar mengajar. Momen ini sebaiknya dijadikan evaluasi kualitas pendidikan nasional.

“Evaluasi sangat penting dilakukan mengingat standar pendidikan Indonesia, terutama di tingkat dasar dan menengah, saat ini belum sesuai dengan standar pendidikan internasional, salah satunya adalah standar PISA yang kerap kali menjadi tolok ukur,” jelas Nadia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim merumuskan lima strategi untuk meningkatkan ranking PISA Indonesia. Strategi yang pertama adalah transformasi kepemimpinan sekolah. Mendikbud hendak mengangkat guru-guru terbaik sebagai generasi baru Kepala Sekolah yang kompeten. Indikator yang sangat penting ini kerap kali diabaikan dalam proses belajar mengajar. Kepala Sekolah memiliki peran manajerial dan pembuat keputusan yang penting di lingkungan sekolah. Apabila melihat dari sudut pandang perusahaan atau organisasi, pemimpin memiliki peran penting dalam menahkodai karyawan atau anggota. Sistem kepemimpinan ini tidak jauh berbeda dengan sekolah.

Strategi kedua adalah transformasi pendidikan dan pelatihan guru (PPG). Beberapa studi telah menegaskan bahwa sumber daya guru di Indonesia masih belum merata. Strategi kedua ini sangat penting untuk dilakukan karena guru merupakan ujung tombak pendidikan. Selain itu, hendaknya PPG dapat dikaitkan dengan tujuan pendidikan serta relevansinya terhadap pendidikan di saat sekarang ini, terutama terkait dengan 21st century skills.

Berikutnya, lanjut Nadia, adalah penyederhanaan kurikulum. Kurikulum di Indonesia memang dikenal memiliki substansi yang cukup padat, penyederhanaan kurikulum dapat mengarahkan siswa untuk benar-benar fokus aspek pembelajaran yang lebih penting. Penyederhanaan kurikulum ini hendaknya melalui beragam kajian yang mendalam dan dilakukan dengan tidak terburu-buru.

“Selain itu, penyederhanaan kurikulum ini harus betul-betul dikomunikasikan dengan baik kepada pemerintah daerah, kepala sekolah, hingga guru-guru. Permasalahan terhadap perubahan kurikulum kerap kali terletak pada proses implementasi. Kepala sekolah dan guru-guru hendaknya dapat diberi pelatihan secara menyeluruh dan asistensi dalam implementasi kurikulum baru ke depannya,” jelas Nadia.

Yang keempat adalah menerapkan standar penilaian global. Standar penilaian yang kerap kali digunakan untuk mengukur kualitas pendidikan secara global seperti PISA atau TIMSS adalah kemampuan literasi dan numerasi. Upaya pemerintah untuk berfokus pada standar penilaian global dapat memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperoleh hasil yang pada tes PISA atau TIMSS di tahun-tahun berikutnya.

Strategi terakhir yang tidak kalah penting adalah pentingnya menjalin kemitraan dengan daerah dan masyarakat sipil. Sudah banyak inisiatif sektor swasta lokal dan internasional yang memiliki fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk diantaranya adalah inisiatif swasta dalam menggencarkan online learning platform untuk membantu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ditengah pandemi Covid-19. Upaya pemerintah untuk mendukung, mempermudah, dan menggiatkan sektor swasta untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia layak diapresiasi.

Strategi peningkatan pendidikan yang digagas oleh Kemendikbud dapat pula dicapai dengan salah satu aspek lain, yaitu meningkatkan performa manajemen sekolah.

Nadia menambahkan, strategi peningkatan pendidikan yang digagas oleh Kemendikbud dapat pula dicapai dengan salah satu aspek lain, yaitu meningkatkan performa manajemen sekolah. Tidak hanya dari segi peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dan kualitas guru, manajemen sekolah secara keseluruhan dapat membantu meningkatkan proses belajar mengajar dan kualitas pendidikan. Pemerintah juga dapat mulai berfokus untuk membenahi persoalan manajemen sekolah dengan cara melakukan pelatihan agar sekolah menjadi akuntabel dan selalu berfokus pada visi peningkatan kualitas pendidikan.


Lihat siaran pers CIPS lainnya terkait Covid-19 di sini.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • CIPS LinkedIn
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies