• ekytriwulan7

Semua Guru Honorer Seharusnya Berkesempatan Ikut Seleksi CPNS

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


27 September 2018 – JAKARTA, Pemerintah seharusnya memberikan kesempatan kepada semua guru honorer untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kesempatan ini adalah bentuk penghargaan pemerintah terhadap pengabdian mereka. Namun hasil seleksi tetap harus menjadi acuan dalam pengangkatan.


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan, rencana pengangkatan guru honorer menjadi PNS tentu sangat baik dan telah lama dinanti oleh seluruh guru honorer di Indonesia. Namun, dari 157.210 guru honorer yang terdapat pada basis data pemerintah, hanya 12.883 yang memenuhi syarat untuk mengikuti tes CPNS. Nasib guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun pun dirasa menjadi sia-sia.


“Saya rasa hak untuk mengikuti seleksi CPNS haruslah diberikan kepada seluruh guru honorer terdaftar. Pemerintah perlu mengambil langkah cepat untuk memberi pengecualian persyaratan CPNS bagi guru honorer ini (misalnya menghapuskan batas usia maksimal pendaftaran CPNS khusus untuk guru honorer).,” jelas Pandu.


Walaupun ada beberapa unjuk rasa yang dilakukan guru honorer menuntut agar pengangkatan menjadi PNS hanya mengacu pada lama pengabdian tanpa ada ujian seleksi, ini tentu bukanlah hal yang tepat. Guru PNS tetap harus memiliki kompetensi yang mumpuni untuk melaksanakan tugas seorang guru dengan baik. Sebagai gantinya, lanjut Pandu, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan reward yang setimpal sehingga kesejahteraan guru juga terjamin.


“Pemerintah perlu memberikan hak bagi seluruh guru honorer untuk ikut tes seleksi CPNS. Di sinilah para guru honorer dapat bersaing satu dengan yang lainnya secara adil. Seleksi inilah juga yang nantinya akan menyaring “kesalahan” masa lalu dimana sejumlah pengangkatan guru honorer terjadi diluar landasan Undang Undang yang berlaku. Melalui seleksi ini juga, pemerintah dapat betul betul memperoleh tenaga pengajar yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.


Selain itu, seleksi CPNS untuk guru honorer perlu dipastikan dapat menguji kemampuan guru honorer dengan baik. Beberapa bidang uji yang perlu untuk diikutsertakan seperti psikotes (melihat tingkat motivasi dan minat), uji kemampuan teknis (kompetensi dalam bidang ilmu seperti matematika, IPA, olahraga atau ilmu agama), serta uji kemampuan mengajar (kemampuan guru dalam memberikan materi pengajaran, membimbing siswa dan kreativitas dalam mengajar).


Pandu menguraikan, ada baiknya juga seleksi dibagi menjadi beberapa tahap untuk memudahkan proses seleksi. Misalnya, di tahap satu mengikuti psikotes, bagi yang lolos tahap satu dapat melanjutkan ke tahap dua untuk mengikuti uji kemampuan teksnis dan yang lolos masuk ke tahap tiga untuk mengikuti uji kemampuan mengajar. Seleksi yang ketat dan bertahap seperti ini juga akan dapat meningkatkan kualitas pengajar nasional.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • CIPS LinkedIn
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies