Rencana Ekspor Beras Berdampak Positif Untuk Penggilingan Padi

Siaran Pers - Jakarta, Rencana ekspor beras yang digaungkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo akan membawa dampak positif untuk penggilingan padi. Untuk mendukung tercapainya target 500 ribu ton ekspor beras di tahun ini, Mentan mensosialisasikan Program Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling).


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, program ini diharapkan bisa mendukung berbagai upaya untuk meningkatkan ekspor beras Indonesia. Dengan adanya target, idealnya program ini juga bisa berdampak positif terhadap penggilingan padi. Beberapa waktu yang lalu, para pengusaha penggilingan padi dihadapkan dengan ketatnya kompetisi antar pengusaha karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah padi yang diproduksi dengan jumlah usaha penggilingan.


“Ketidakseimbangan ini merugikan pengusaha penggilingan padi, terutama pengusaha berskala kecil. Program ini sebaiknya juga menciptakan kerja sama jangka panjang antara petani dengan pengusaha penggilingan padi supaya mereka tetap bisa beroperasi,” ungkap Galuh.


Para pengusaha penggilingan padi dapat terintegrasi dan bergabung untuk mencapai target ekspor beras Kementan ini. Para pengusaha penggilingan padi dapat bekerjasama dengan gabungan kelompok tani di wilayah setempat. Salah satu dari tiga agenda Kostraling adalah mempersiapkan semua wilayah untuk memiliki alat penggiling atau RMU (Rice Milling Unit). Tentu, lanjutnya, implementasi dari agenda ini harus benar-benar dipikirkan matang-matang dan secara merata agar setiap usaha penggilingan padi, terutama yang berskala kecil, memiliki kesempatan yang sama untuk dapat bersaing dengan perusahaan penggilingan yang memiliki teknologi yang lebih baik.


Galuh mengingatkan, diharapkan pada akhirnya semua pelaku di rantai distribusi beras dari petani hingga usaha penggilingan padi dapat memperoleh keuntungan dan manfaat timbal balik yang sama dan tidak ada yang harus gulung tikar jika salah satu pihak tidak dapat memenuhi kebutuhan pihak yang lainnya. Kolaborasi kedua belah pihak menghasilkan beras kualiatas baik yang layak untuk diekspor ke berbagai negara.


Namun rencana ekspor beras juga harus mempertimbangkan tantangan teknis seperti penyesuaian kualitas dengan permintaan di pasar internasional. Selain itu, kalau mengacu kepada acuan komoditas beras internasional yang dipakai oleh Bank Dunia, ada jenis-jenis beras yang memiliki derajat pecahan beras tertentu yang dijadikan standar dunia. Oleh karena itu, Indonesia harus menyesuaikan kualitas beras yang diekspor dengan standar tersebut atau setidaknya mencari pasar yang mau menyerap jenis beras dengan kualitas yang saat ini mampu diproduksi petani Indonesia.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies