Pengembangan Riset dan Inovasi Teknologi Butuh Peran Serta Swasta

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


20 Juni 2019 – JAKARTA, Pengembangan riset dan inovasi teknologi di Indonesia membutuhkan peran serta pihak swasta. Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra mengatakan, kerjasama yang melibatkan pihak swasta dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi akan membawa banyak manfaat bagi Indonesia.



Tidak hanya berpotensi meningkatkan output penelitian, pihak swasta yang memiliki sumber daya baik lebih baik, baik dari segi keuangan maupun sarana dan prasarana penelitian, dapat membantu meningkatkan kualitas output penelitian di Indonesia. Terlebih ke depannya sinergi antara pihak swasta dan dunia penelitian sangat dibutuhkan untuk menghadapi Industry 4.0.


“Selain meringankan beban pemerintah dalam menyediakan dana, berbagai inovasi yang dihasilkan melalui riset yang dilakukan pihak swasta dalam jangka panjang dapat berdampak positif pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, seharusnya keterlibatan pihak swasta dapat didorong oleh Pemerintah. Di berbagai negara di dunia, kerjasama pemerintah dan pihak swasta dalam bidang riset dan pengembangan merupakan sebuah hal yang lumrah. Sebagai contoh, di Malaysia, sektor swasta domestik telah menjadi investor terbesar di bidang penelitian dan pengembangan,” urai Nadia.


Ia memaparkan, salah satu cara bagi swasta untuk berkontribusi dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi adalah melalui proyek Corporate Social Responsibility (CSR). Walaupun pada saat ini belum banyak pihak swasta yang menggunakan dana CSR untuk keperluan riset dan pengembangan teknologi, namun kemungkinan ini patut dicoba.


Umumnya, pihak swasta menggunakan dana tersebut untuk proyek-proyek yang bersifat filantropis seperti memberikan bantuan sosial bagi keluarga miskin, membangun fasilitas umum, pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu dan lain sebagainya. Padahal bidang riset dan penelitian dapat menjadi opsi untuk proyek CSR karena output riset berpotensi menyumbang manfaat yang berkelanjutan (sustainable) dan dapat diimplemetasikan demi kepentingan masyarakat banyak.


Namun Nadia juga mengingatkan perlunya ada payung hukum terkait pelibatan swasta dalam kegiatan riset dan inovasi. Pemerintah juga perlu memastikan regulasi dan perizinan terkait kemudahan berusaha (ease of doing business) dibuat mudah, transparan dan tidak berbelat-belit agar bisa menarik minat investor dalam berbagai kegiatan riset dan inovasi. Hal ini penting untuk menjaga iklim riset di Indonesia kondusif sekaligus menarik.


“Kalau aspek ini tercapai, pemerintah dapat memberikan dorongan bagi pihak swasta melalui kebijakan yang mempermudah mereka untuk menyelenggarakan penelitian dan pengembangan. Misalnya, dengan memberikan kemudahan akses penelitian ataupun memberikan insentif khusus bagi pihak swasta yang mau terlibat dalam pengembangan riset,” ungkapnya.


Selain itu, guna meningkatkan jumlah peneliti di Indonesia serta meningkatkan kesadaran semua pihak atas pentingnya bidang riset dan pengembangan, pemerintah dapat memberikan bantuan, baik dari segi pendanaan maupun fasilitas sarana dan prasana, bagi pusat-pusat penelitian di berbagai universitas di Indonesia. Hasil riset dan pengembangan ini selanjutnya dapat diintegrasikan dengan kebijakan yang ada di daerah. Dengan cara ini, peneliti-peneliti muda yang berasal dari universitas diharapkan akan bertambah. Di sisi lain, peneliti-peneliti muda ini dapat langsung melakukan penelitian yang dapat membantu memecahkan permasalahan yang dialami di daerah mereka masing-masing.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies