• Admin

Penerapan Sistem SKS Tergantung Kesiapan Sekolah dan Siswa

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


11 Juli 2018 – JAKARTA, Penerapan sistem satuan kredit semester (SKS) sangat tergantung pada kesiapan sekolah dan para siswa. Dua hal ini harus menjadi bahan evaluasi pemerintah. Kesiapan sekolah dan siswa adalah produk dari sistem pendidikan yang sudah berjalan bertahun-tahun.


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan, kualitas sekolah di Indonesia belum merata. Hal ini terlihat dari kondisi infrastrukturnya yang masih timpang satu sama lain. Selain itu, kualitas para guru juga belum merata. Belum merata kualitas para guru juga disebabkan oleh minimnya pelatihan berkualitas yang diberikan kepada mereka. Selain itu, metode pengajaran menggunakan sistem SKS juga membutuhkan adaptasi dari para guru.


“Dengan menerapkan sistem SKS, para guru dituntut bisa mengajar seperti dosen. Metode penyampaian materi oleh dosen lebih terstruktur dan terjadwal dan hal ini juga menuntut inisiatif guru untuk bisa menggunakan waktu tersebut secara maksimal. Adaptasi serupa juga dibutuhkan oleh para siswa,” jelas Pandu.


Para siswa disebut Pandu juga harus mampu beradaptasi dengan sistem SKS ini. Sistem SKS menuntut siswa untuk lebih mandiri dan juga menumbuhkan inisiatif agar bisa menggunakan waktu pertemuan dengan guru menjadi lebih efektif. Kalau mereka tidak siap, maka dikhawatirkan waktu tempuh studi mereka justru akan menjadi lebih lama.


“Jadi dua faktor tadi harus dijadikan bahan penilaian bagi pemerintah saat melakukan assessment terhadap sekolah-sekolah yang mau menerapkan sistem ini. Lebih lanjut lagi, pemerintah sebenarnya tidak bisa mengubah budaya belajar mengajar secara instan. Jadi metode menjadikan siswa dan guru lebih mandiri dan bertanggung jawab ini bisa diaplikasikan mulai dari jenjang pendidikan terendah,” terang Pandu.


Kendati demikian, penerapan sistem SKS memiliki banyak kelebihan. Siswa bisa memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya. Hal ini diharapkan bisa membawa dampak positif bagi pencapaian akademik siswa. Selain itu, sistem ini juga diharapkan menjadi perkenalan siswa terhadap jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Dengan menggunakan sistem SKS diharapkan sikap mandiri, inisiatif dan rasa tanggung jawab siswa akan terbangun terhadap pencapaian akademiknya.


Pandu mengingatkan bahwa sistem SKS belum waktunya untuk menjadi fokus pemerintah. Pemerintah sebaiknya lebih fokus untuk membenahi dan meningkatkan kualitas guru, meratakan persebaran guru di seluruh Indonesia, meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di desa agar kualitas siswa di desa tidak timpang dengan di kota dan meningkatkan penyediaan infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies