• Admin

Pemulihan Psikologi Siswa dan Guru Korban Bencana Penting Sebelum Memulai Kegiatan Pendidikan

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


4 Oktober 2018 – JAKARTA, Pemerintah jangan melupakan pemulihan psikologi korban bencana sebelum memulai kembali kegiatan pendidikan. Para siswa dan guru yang menjadi korban bencana alam dihadapkan pada situasi yang tidak mudah di mana mereka sangat mungkin mengalami trauma karena bencana atau kehilangan anggota keluarga dan tempat tinggalnya.


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan, pemulihan kondisi psikologis sangatlah penting bagi para korban sebelum dapat memulai kembali aktivitas pendidikan. Tanpa mental yang baik, tidak mungkin kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan optimal. Secara bertahap, setelah kondisi psikologis mulai pulih, barulah dapat memulai materi pembelajaran.


Pandu menyarankan pemerintah untuk mengadakan uji psikologis / trauma yang cukup menyeluruh yang terukur. Hal ini bertujuan untuk mengukur kondisi psikologi para korban sebelum akhirnya menentukan momen yang tepat untuk memulai kembali kegiatan pembelajaran.


“Trauma bisa menjadi masalah berkepanjangan kalau tidak diatasi. Melalui kegiatan-kegiatan pemulihan yang bersifat edukatif dan menghibur, siswa dan para guru bisa dilibatkan. Dengan terlibat dalam kegiatan seperti ini, proses pemulihan pelan-pelan dimulai,” urai Pandu.


Selain itu, pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak juga harus mendapatkan perhatian. Pendataan sarana dan prasarana Pendidikan sangat diperlukan sebagai bagian dari proses pemulihan kondisi psikologi para korban, terutama siswa dan guru, yang memang berkaitan langsung dengan kegiatan belajar mengajar.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies