Pemberantasan Alkohol Oplosan dan Ilegal Sangat Mendesak

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


30 January 2019 – JAKARTA, Pemberantasan minuman beralkohol oplosan dan ilegal sangat mendesak dan perlu terus dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak lagi. Tidak hanya tewas, korban yang masih hidup pun kini masih harus berjuang untuk kesembuhannya.



Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan, sederet regulasi yang dibuat pemerintah justru ditujukan kepada alkohol legal. Padahal, Survei Kementerian Kesehatan menunjukkan, proporsi konsumen minuman beralkohol dari keseluruhan konsumen jenis minuman lainnya di Indonesia pada 2014 ada sekitar 0,2%, atau setara 500.000 penduduk. Sementara itu volume konsumsi alkohol tercatat di Indonesia diperkirakan oleh Badan Kesehatan Dunia pada 2014 sebesar 0,1 liter per kapita, salah satu yang terkecil di dunia. Namun konsumsi per kapita untuk alkohol tidak tercatat (ilegal / oplosan) diperkirakan lima kali lebih tinggi yaitu sekitar 0,5 liter.


“Munculnya minuman beralkohol oplosan dan ilegal ini adalah efek samping dari pelarangan peredaran minuman beralkohol yang resmi terdaftar di minimarket dan toko pengecer lainnya. Langkah pemerintah, lanjutnya, yang sudah menetapkan berbagai macam kebijakan untuk mengurangi konsumsi minuman beralkohol tidak efektif karena pasar konsumen minuman beralkohol di Indonesia tetap ada,” jelasnya.


Alih-alih menjauhkan konsumen dari minuman beralkohol, lanjutnya, pemberlakuan berbagai regulasi seperti ini justru membuat masyarakat beralih ke pasar gelap yang mendistribusikan minuman beralkohol oplosan dan ilegal yang harganya lebih terjangkau dan sangat mudah didapat. Selain mengandung zat-zat mematikan, minuman beralkohol oplosan juga cenderung dikonsumsi dalam jumlah banyak karena harganya yang murah.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, CIPS sudah meluncurkan kampanye bertajuk Stop Oplosan! yang bertujuan untuk mengkampanyekan bahayanya mengonsumsi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap minuman beralkohol oplosan dan ilegal di Indonesia. Stop Oplosan! menyasar generasi muda, khususnya mereka yang rawan mengonsumsi dan  mereka yang sedang mengonsumi minuman beralkohol oplosan.


Institutional Relations Manager CIPS Mariska Estelita mengatakan, salah satu bagian dari kampanye ini adalah dengan mengadakan roadshow ke universitas-universitas di Indonesia. Tujuan dari roadshow ini adalah untuk menjangkau langsung generasi muda yang menjadi target kampanye. Dalam roadshow, peneliti CIPS akan memaparkan hasil penelitiannya mengenai dampak pelarangan alkohol legal di Indonesia dan juga sharing session dari penyintas minuman beralkohol oplosan.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies