• ekytriwulan7

Metode Pembelajaran Online di Indonesia Terkendala Belu

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


2 Agustus 2018 – JAKARTA, Metode pembelajaran online kini semakin banyak digunakan dalam kegiatan pendidikan. Sistem ini terus mendapatkan perhatian masyarakat, baik di Indonesia maupun di dunia, karena mampu menghapuskan salah satu hambatan besar dalam mengakses pendidikan, yaitu jarak. Berbagai macam topik dan fokus pembelajaran pun tengah bermunculan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Nurdiansyah (2017, seperti dikutip dalam Rentjoko, 2017)[1], Indonesia menempati posisi ke-8 pertumbuhan industri pendidikan online di dunia.


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan, walaupun banyak peminat, Indonesia sendiri masih dihadapkan pada belum meratanya akses internet di wilayahnya. Akses internet sebagian besar masih terpusat di kota-kota besar. Padahal pembelajaran online idealnya harus juga bisa sampai kepada mereka yang tinggal jauh dari kota besar.


“Pendidikan online di Indonesia akan terus bertumbuh seiring dengan keterbukaan jalur akses internet nasional. Nah, inilah yang menurut saya merupakan tantangan utama industri online, bukan hanya pendidikan online di Indonesia.,” jelasnya.


Saat negara lain sudah memiliki jaringan dengan kecepatan tinggi (4G LTE), masih banyak wilayah Indonesia yang belum memiliki kecepatan jaringan yang mendekati kecepatan tersebut. Bahkan masih ada juga wilayah Indonesia yang belum mendapatkan akses internet. Kalaupun ada, biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk akses internet masih tinggi.


“Menyediakan koneksi internet yang mumpuni di seluruh wilayah Indonesia bukanlah hal yang murah. Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga untuk membangun infrastruktur jaringan internet bukanlah persoalan yang mudah dan murah. Biaya yang diperlukan untuk membangun infrastruktur dari pulau ke pulau, melalui lautan memerlukan biaya yang jauh lebih mahal daripada membangun infrastruktur di daratan,” jelas Pandu.


Selain koneksi internet, pembelajaran online juga masih menghadapi tantangan ain, yaitu keraguan dari masyarakat mengenai kualitas, termasuk legalisasi metode belajar semacam ini. Hambatan-hambatan semacam ini sudah seharusnya diselesaikan agar tujuan dari metode pembelajaran online bisa efektif dan tepat sasaran.


Menanggapi semakin berkembangnya metode pembelajaran yang satu ini, CIPS sudah meluncurkan sistem pembelajaran online yang dinamakan Akademi CIPS. Akademi CIPS meluncurkan pembelajaran perdananya pada Juni 2017 dengan topik perdagangan pangan. Selama empat minggu pembelajaran, peserta akan mendapatkan beberapa sub topik, di antaranya adalah situasi pertanian Indonesia, harga pangan dan kesejahteraan petani.


Kepala Departemen Ekonomi Yose Rizal Damuri dan mantan Kepala LPEM FE UI Arianto Patunru adalah dua dari beberapa orang yang menjadi pemberi materi dalam pembelajaran ini. Hingga saat ini, tercatat jumlah peserta sudah mencapai 2.000 orang. Saat ini topik yang sudah dikembangkan dalam Akademi CIPS juga bertambah, yaitu Faith and Modern Indonesia dan Public Speaking.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies