[Siaran Pers] Metode Pembelajaran Jarak Jauh Harus Dapat Diakses Oleh Semua Siswa

Updated: Apr 10

Siaran Pers - Jakarta, Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) membawa dampak signifikan pada kehidupan masyarakat, termasuk di antaranya adalah sektor pendidikan. Untuk menjaga keselamatan para siswa, guru dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar, pemerintah meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan mendorong implementasi kegiatan belajar mengajar lewat metode pembelajaran jarak jauh.


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra mengatakan, implementasi metode pembelajaran seperti ini akan berjalan lancar kalau materi pembelajaran bisa diakses lewat platform e-learning oleh semua siswa. Untuk itu, pemerintah juga sebaiknya dapat memastikan semua siswa mengetahui di mana mereka dapat mengakses materi tersebut dan memastikan kegiatan belajar dan transfer pengetahuan tidak terhenti.


Namun, lanjutnya, tidak semua sekolah memiliki fasilitas tersebut, misalnya saja sekolah yang berada di daerah pedesaan dan sekolah-sekolah yang didirikan atas inisiatif swadaya masyarakat. Sekolah-sekolah seperti ini biasanya menghadapi beberapa masalah, seperti belum meratanya akses dan infrastruktur internet juga keterbatasan kemampuan sekolah dan juga keterbatasan kemampuan ekonomi siswanya.


“Keterbatasan ini dikhawatirkan bisa membuat para siswa bisa ketinggalan pelajaran. Selain tidak memiliki platform pembelajaran dan akses internet, tidak semua siswa memiliki perangkat yang menunjang pembelajaran jarak jauh seperti seperti smartphone atau laptop dan akses internet di rumah mereka,” jelas Nadia.


Kondisi ini terjadi di pada beberapa siswa beberapa sekolah swasta berbiaya rendah di Jakarta, seperti SMP Raudlatul Islamiyah dan Madrasah Tunas Karya. Mereka menggunakan platform chat messenger seperti Whatsapp. Ada juga yang menggunakan Google Classroom. Namun bagi siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, sekolah menyarankan mereka untuk meminjam handphone milik kerabat.


“Pemerintah perlu melihat isu ini dan merumuskan kebijakan yang strategis untuk menjawabnya. Selain karena pendidikan merupakan hak semua anak Indonesia, pemerintah perlu memastikan kesiapannya dalam bidang pendidikan selama pandemi Covid-19,” ungkapnya.


Nadia mengatakan, solusi untuk jangka panjang perlu dipikirkan. Misalnya saja dengan mendorong pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan di saat krisis. Namun untuk menjawab permasalahan dengan segera, pemanfaatan Dana BOS bisa dilakukan untuk tujuan pembelajaran online, seperti membeli paket internet dan skema kredit handphone untuk siswa dan guru selama krisis ini.


Selanjutnya, sekolah harus menyerahkan laporan kepada pemerintah provinsi atau kota tentang pembelajaran jarak jauh siswanya. Sebagai gantinya, pemerintah harus memberikan bantuan berdasarkan kebutuhan sekolah untuk membantu mereka mengoptimalkan kegiatan belajar. Untuk menjawab kemungkinan terjadinya krisis di jangka panjang, sekolah dapat bekerja sama dengan sektor swasta untuk memberikan pelatihan dan pengawasan terkait teknik informatika yang komprehensif untuk melakukan pembelajaran online untuk guru dan siswa, terutama di daerah pedesaan. Kemampuan yang memadai dari para guru yang menjalankan metode ini juga perlu dipersiapkan lewat bimbingan pembelajaran kepada mereka.


Lihat siaran pers CIPS lainnya terkait Covid-19 di sini

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies