• CIPS Indonesia

Liburkan Sekolah, Pemerintah Harus Pastikan Pembelajaran Jarak Jauh Dapat Berjalan Optimal

Updated: Apr 23

Siaran Pers - Jakarta, Pemerintah sebaiknya dapat memastikan sistem belajar online atau sistem belajar jarak jauh dapat berjalan secara optimal. Hal ini penting karena kegiatan belajar seperti ini sangat berbeda dengan kegiatan belajar yang biasa dilakukan di mana ada interaksi langsung antara siswa dengan guru dan interaksi antar siswa. Kebijakan meliburkan sekolah diambil untuk mengurangi dampak dari penyebaran virus covid-19 yang semakin meluas di beberapa daerah di Indonesia.



Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra mengatakan, kebijakan beberapa pemerintah provinsi-pemerintah daerah untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar perlu diapresiasi sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus covid-19. Sebelum di Indonesia, langkah serupa juga sudah ditempuh oleh negara-negara yang memiliki jumlah warga yang terkena virus ini dalam jumlah besar, seperti Korea Selatan, Jepang, Hongkong, Italia dan lain-lain.



“Kebijakan ini perlu diikuti tindak lanjut, seperti adanya materi pembelajaran yang bisa diakses lewat platform e-learning oleh semua siswa. Pemerintah juga sebaiknya dapat memastikan semua siswa mengetahui di mana mereka dapat mengakses materi tersebut, memastikan kegiatan belajar dan transfer pengetahuan tidak terhenti walaupun frekuensi pertemuan secara langsung jauh berkurang dari biasanya,” urai Nadia.



Meskipun kebijakan ini perlu dilakukan, tidak dipungkiri bahwa sekolah akan kesulitan menavigasikan kegiatan belajar mengajar. Selain itu, para siswa juga akan mengalami kesulitan untuk melakukan konsultasi dengan guru terutama untuk pelajaran yang dianggap membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mendalam, misalnya Matematika.

Meskipun banyak kesulitan yang ditemui dengan kebijakan ini, sekolah dan guru-guru diarahkan untuk memberikan pekerjaan rumah atau melaksanakan pembelajaran secara online kepada para siswa. Sebagai respon dari penyebaran virus covid-19 ini juga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mensosialisasikan platform belajar online gratis yang dimilikinya, yaitu Rumah Belajar. Beberapa sektor swasta juga mulai gencar mempromosikan produk mereka untuk dapat digunakan selama kebijakan libur ini dilakukan.



“Di Indonesia sendiri sudah banyak sekolah-sekolah yang mengaplikasikan e-learning. Aplikasi sistem e-learning juga sebaiknya diikuti dengan adanya kemampuan yang memadai dari para guru dalam mengoperasikan e-learning tersebut. Kemampuan yang memadai juga akan mendukung mereka menavigasikan pekerjaan mereka dalam sistem pembelajaran jarak jauh melalui e-learning,” tandasnya.



Nadia juga mengingatkan bahwa tidak semua sekolah memiliki fasilitas tersebut, terutama yang berada di daerah pedesaan. Selain itu, belum meratanya akses dan infrastruktur internet juga perlu dijadikan perhatian.  Sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas pembelajaran online ini akan mengalami kesulitan dalam mengejar ketertinggalan materi pembelajaran.



Selain tidak memiliki platform pembelajaran dan akses internet, tidak semua peserta didik memiliki perangkat yang menunjang pembelajaran daring seperti seperti smartphone atau laptop dan akses internet di rumah mereka. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah memberikan pekerjaan rumah banyak kepada peserta didik, meskipun metode ini tidak semaksimal online learning.



Nadia juga menyatakan, pentingnya tindakan proaktif dari Dinas Pendidikan setempat dalam memberikan solusi dan asistensi kepada sekolah-sekolah yang tidak memiliki kemudahan akses e-learning. Hal ini penting agar sekolah-sekolah tidak gagap dalam menyikapi situasi seperti sekarang. Orang tua juga diharapkan benar-benar memperhatikan sistem belajar seperti ini. Pengawasan dan pendampingan terhadap anak-anak dalam mengaplikasikan sistem e-learning atau mengerjakan pekerjaan rumah diharapkan bisa membantu suksesnya proses pendidikan jarak jauh.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies