• CIPS Indonesia

[Laporan Acara] Menjamin Ketahanan Pangan Melalui Program Bantuan Pangan Non-Tunai




Pada Kamis, 30 April 2020, Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) mengadakan #CIPSEvent dalam bentuk webinar untuk yang kelima kalinya. Topik yang diangkat pada kesempatan kali ini adalah “Menjamin Ketahanan Pangan melalui Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)”. Acara ini diisi oleh berbagai pembicara dari berbagai instansi, yaitu Asep Sasa Purnama (Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI), Ganis Ilman (Penggagas Gerakan Sosial #KuatKuatin), dan Pingkan Audrine (Peneliti CIPS).



Webinar yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara streaming di Youtube CIPS ini membahas tentang efektivitas program BPNT pemerintah untuk masyarakat terhadap kondisi pandemi Covid-19. Permasalahan tentang distribusi yang terganggu karena penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama pandemi serta penambahan penerima manfaat dan jumlah bantuan dibahas dalam webinar ini.



Diskusi dibuka oleh Ganis Ilman yang menjelaskan tentang Gerakan #KuatKuatin. Selama pandemi memang banyak bermunculan gerakan yang diinisiasi oleh masyarakat, seperti gerakan ini. Dibentuk sejak akhir Maret, gerakan ini bekerjasama dengan pedagang pasar, memberikan bantuan berupa makanan,minuman, alat kesehatan untuk kelompok rentan. Gerakan ini dilakukan setiap satu minggu sekali dengan metode pengumpulan donasi via daring. Di fase pertama mereka berhasil mengumpulkan hampir Rp20 juta dan tetap berlanjut hingga sekarang. Namun begitu, distribusi menjadi kendala utama ungkap Ganis. Mereka memikirkan acara donasi tepat sasaran dan memastikan tidak menimbulkan kegaduhan atau kumpulan massa.



Peneliti CIPS, Pingkan menjadi pembicar kedua. Pingkan memaparkan penelitian CIPS terkait dampak harga pangan yang tinggi dapat mengurangi manfaat bantuan sosial seperti BPNT yang diberikan oleh pemerintah. Ada tiga rekomendasi yang diberikan oleh Pingkan untuk memastikan bantuan efektif, dan tepat sasaran. Ketersediaan pasokan pangan dan sinkronisasi data menjadi kunci.



Pemaparan terakhir penyelenggaraan program BPNT oleh Asep Sasa Purnama dari Kementrian Sosial RI. Beliau menjelaskan tentang program bantuan sosial yang diselenggarakan oleh Pemerintah RI. Skema bantuan sosial, peningkatan jumlah bantuan dan penerima bantuan sosial, serta kondisi terkini di pemerintahan terkait anggaran, data penyaluran, dan lainnya. Asep mengatakan bahwa dalam kondisi seperti ini dibutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, dunia swasta, serta masyarakat sipil. Hal tersebut dapat berupa harmonisasi data di lapangan, pemahaman tentang regulasi yang berlaku, hingga sinergi aksi yang dilakukan oleh berbagai pihak.



Unduh materi para pembicara di sini.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies