• CIPS Indonesia

Laporan Acara | Mendukung Petani Indonesia Melalui Sektor Pertanian Berdaya Saing Global





Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) bersama EuroCham Indonesia kembali menyelenggarakan #CIPSEvent webinar mengenai produktivitas pertanian Indonesia pada 25 Agustus lalu. Terdapat tiga pembicara yang hadir dalam webinar ini yakni, Felippa Amanta (Kepala Penelitian CIPS), Laksmi Prasvita (Deputy Head of EuroCham Agriculture, Food, and Beverages Working Group & Head of Communication, Public Affairs, Science and Sustainability of Bayer Indonesia), serta Ugi Sugiharto (Kementerian Pertanian).


Webinar ini dilaksanakan melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube CIPS. Diskusi daring ini membahas tentang tantangan produktivitas pertanian Indonesia beserta strategi yang tengah dikerahkan pihak swasta maupun pemerintah dalam mendukung sektor pertanian Indonesia agar mampu berdaya saing global.


Pembicara pertama, Felippa Amanta, membuka diskusi dengan data tren produksi pangan, khususnya, produksi beras di Indonesia yang mengalami penurunan tiga tahun terakhir. Tren produksi yang menurun ini jelas berdampak bagi kesejahteraan para petani. Menurut Felippa, sektor pertanian Indonesia masih mengalami banyak tantangan, tak terkecuali dalam hal minimnya investasi asing di sektor pertanian. Minimnya investasi disebabkan oleh adanya peraturan yang justru membatasi masuknya aliran investasi asing di sektor pertanian, kerumitan regulasi, hingga alokasi investasi yang tidak cost effective.


Laksmi Prasvita, selaku perwakilan dari EuroCham Indonesia menjadi pembicara kedua. Laksmi Prasvita membahas mengenai sejauh mana sektor pertanian menjadi sektor yang menarik bagi para pelaku bisnis, terutama bagi bisnis yang dijalani oleh perusahaan-perusaan Eropa yang tergabung di EuroCham. Selain itu, Laksmi juga memaparkan rekomendasi EuroCham untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian Indonesia.


Pembicara terakhir, Ugi Sugiharto dari Kementerian Pertanian memaparkan empat cara bertindak Kementerian Pertanian (Kementan) guna menggerakkan ekonomi petani Indonesia. Tujuan cara bertindak Kementan adalah menjamin ketersediaan pangan dan pendapatan petani. Dari empat cara bertindak yang ada, Ugi Sugiharto menekankan pembahasannya pada cara bertindak pengembangan pertanian modern melalui Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi Petani atau Propaktani.



Presentasi para pembicara dapat Anda unduh di sini.


CIPS rutin menggelar webinar terkait ketahanan pangan dan agrikultur, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat. Daftar webinar selanjutnya di sini atau tonton rekaman webinar selanjutnya di sini.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies