[Laporan Acara] #CIPSEvent Webinar Menjaga Ketahanan Pangan Selama Pandemi

Pada Jumat, 3 April 2020, Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) kembali mengadakan #CIPSEvent. Kali ini dalam bentuk webinar atau daring. Acara yang bertajuk “Menjaga Ketahanan Pangan Selama Pandemi: Memastikan pangan terjangkau bagi keluarga prasejahtera” ini, mengajak Felippa Amanta (Peneliti CIPS), dan Arianto Patunru (Ekonom Indonesia Project, Australian National University & Anggota Dewan Pengawas CIPS) untuk memaparkan pandangan pertanian Indonesia 2020, risiko ketahanan pangan Indonesia menghadapi COVID-19, dan rekomendasi kebijakan yang bisa dilakukan oleh pemangku kepentingan.





Webinar ini yang dilaksanakan lewat aplikasi Zoom ini diikuti oleh hampir seratus partisipan dari berbagai latar belakang yang mewakili institusi masing-masing. Mulai dari Kementrian Pertanian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kemenko Perekonomian, dan BAPPENAS. Dari media, hadir teman-teman dari Kompas, The Jakarta Post dan yang lainnya.


Diskusi diawali oleh pemaparan dari Felippa terkait kondisi ketahanan pangan di Indonesia. Felippa juga memberikan penjelasan tentang bagaimana dampak yang akan terjadi ketika persebaran COVID-19 atau Virus Corona ini terus meningkat dan dampaknya terhadap rantai pasok pangan Indonesia.


Setidaknya ada 3 (tiga) aspek yang kemungkinan akan mengalami penurunan, yaitu hasil produksi pertanian, tenaga kerja pertanian, dan investasi di sektor pertanian. Hal lain yang disampaikan berkaitan dengan bantuan dari pemerintah untuk masyarakat miskin adalah kebijakan Program Kartu Sembako pemerintah jika tidak disertai dengan kebijakan untuk menstabilkan harga, maka stimulus tersebut akan kurang efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang baru saja dirilis oleh CIPS pada webinar yang sama berjudul, “Dampak Tingginya Harga Pangan terhadap Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Indonesia - Studi Kasus di Nusa Tenggara Timur”.


Diskusi berlanjut dengan pemaparan dari Bapak Arianto A. Patunru yang menjelaskan dampak pandemi ini dari perspektif ekonomi. Secara global beliau menyampaikan bahwa diperkirakan krisis akibat pandemi ini akan lebih buruk dibanding dengan krisis ekonomi pada tahun 2009. Besar kemungkinan perdagangan dunia akan terpuruk, permintaan terhadap barang menurun seiring tidak keluarnya orang-orang. Hal tersebut mempengaruhi tingkat penawaran dan juga produksi yang menurun. Berkaitan dengan ketahanan pangan, beliau menjelaskan bahwa harus ada kepastian permintaan makanan tetap kuat, juga perlu memikirkan mekanisme impor dan logistik yang lebih mudah di tengah kondisi pandemi ini. Maka dari itu beliau menekankan untuk pemerintah dan instansi terkait agar mengurangi hambatan perdagangan. Perbaikan manajemen logistik juga harus dipastikan agar supply bisa benar-benar sampai di tingkat rumah tangga.


Pada akhir diskusi dibuka kesempatan untuk bertanya pada pembicara. Terdapat banyak pertanyaan yang masuk untuk didiskusikan dalam webinar ini. Semisal mengenai skala prioritas kebijakan pemerintah, langkah pemerintah untuk menstabilisasi harga makanan, serta relaksasi impor terhadap barang dalam kondisi pandemi ini.


Selengkapnya webinar ini dapat kembali disaksikan di akun Youtube CIPS atau video di bawah ini.



Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies