• Admin

Koalisi Hak Makmur Perjuangkan Harga Pangan Terjangkau Untuk Rakyat Indonesia

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


14 Agustus 2018 – JAKARTA, Tingginya harga pangan di Indonesia belum tentu bisa dijangkau oleh semua orang. Tingginya harga pangan juga berdampak pada banyak hal, seperti konsumsi masyarakat dan juga kesehatan.


Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) bersama dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS), Center for Indonesia’s Strategic Development Initiative (CISDI), Nutrition International dan Spire Research sepakat bergabung dalam kemitraan Hak Makan Murah (Hak Makmur).


Kemitraan ini bertujuan untuk memunculkan kepedulian atau awarenessdi masyarakat mengenai harga pangan di Indonesia yang terbilang mahal. Kepedulian ini diharapkan bisa berujung pada reformasi kebijakan pangan oleh pemerintah.

Institutional Relations Manager CIPS Bunga Ramadani menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi alasan dibangunnya kemitraan Hak Makmur. Harga pangan di Indonesia terbilang tinggi bila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara dan sekitarnya. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pangan di dalam negeri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik.


Sementara itu, pemerintah juga memberlakukan pembatasan atau restriksi impor yang berlebihan untuk banyak komoditas pangan. Hal ini akhirnya yang mendorong harga kebutuhan pangan menjadi tinggi dan tidak terjangkau oleh sebagian kalangan.

“Orang miskin adalah yang paling terkena dampak dari mahalnya harga pangan. Mereka yang penghasilannya rata-rata Rp 300.000 setiap bulan ini tentu tidak punya banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Hal ini tentu akan berdampak pada kondisi kesehatan mereka, terutama anak-anak. Anak-anak menjadi rawan terkena stunting dan penyakit lainnya,” jelas Bunga.


Program Director CISDI Anindita Sitepu menyatakan, stunting adalah masalah serius yang harus ditangani dengan aksi nyata. Langkah-langkah pencegahan, seperti dengan mengonsumsi makanan bergizi, penting dilakukan. Untuk itu, CISDI berharap semua lapisan masyarakat bisa mengakses pangan bergizi dengan harga yang terjangkau. CISDI mendukung HakMakmur sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesadaran bahwa memperoleh makanan bergizi yang terjangkau dan mudah diperoleh merupakan hak rakyat Indonesia.


“Ketika ketersediaan, keterjangkauan, dan kemudahan untuk mengakses makanan sehat diperbaiki, maka masyarakat dapat membuat pilihan-pilihan yang lebih sehat untuk hidupnya,” jelas Anindita.


Kemitraan Hak Makmur juga melakukan aksi nyata melalui pembagian pembungkus dan kotak makanan yang menyasar para pedagang makanan, seperti warteg dan warung makan kecil. Kampanye yang bertujuan untuk memunculkan kepedulian masyarakat akan isu harga pangan mahal ini dilakukan di sekitaran kantor-kantor pemerintah seperti kantor kementerian dan kantor DPR.


National Director International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Indonesia Siti Hediningsih mengatakan, bentuk kampanye Hak Makmur yang membagikan bungkus dan kotak makanan merupakan salah satu langkah awal untuk memberikan pemahaman dan mendengarkan aspirasi masyarakat tentang harga pangan di Indonesia secara langsung.


Deputi CEO Spire Research and Consulting Jeffrey Bahar mengatakan, mewujudkan harga pangan yang berkeadilan tidak bisa dilepaskan dari petani. Melalui skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan petani dan melibatkan banyak pelaku dalam bisnis pertanian, Spire berharap skema Value Chain Financingdapat membantu petani dalam kegiatannya mulai dari tanam hingga memasuki panen.


Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) M. Maulana mengatakan, pihaknyasudah membangun beberapa lembaga untuk membantu stabilitas harga bahan pangan dan peningkatan kapasitas pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia. Pertama adalah Lembaga Pendidikan Pedagang Pasar yang sudah memiliki pasar percontohan ber-SNI di Yogyakarta dan pelatihan Pedagang Pasar bersama Bank Indonesia di Jawa Timur dan Maluku Utara. Berikutnya adalah Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum Pedagang Pasar yang sudah memberikan advokasi di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Terakhir adalah Lembaga Distribusi Bahan Pokok yang sudah melakukan program dengan berbagai pihak termasuk BULOG di beberapa Propinsi seperti Jawa Tengah dan DKI. Kami secara konsisten melakukan upaya-upaya untuk menstabilkan harga pangan supaya tidak memberatkan para pedagang pasar,” jelasnya.


Selain kampanye bagi-bagi pembungkus dan kotak makanan, Hak Makmur juga mengajak masyarakat untuk ikut menandatangani petisinya di change.org. Dengan menargetkan 10.000 tanda tangan, Kemitraan Hak Makmur diharapkan bisa mendorong pemerintah mereformasi kebijakan pangan.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies