• Admin

Kepemilikan Jaminan Sosial Diharapkan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


27 Agustus 2018 – JAKARTA, Pemenuhan hak-hak pekerja migran diharapkan bisa memperkuat perlindungan terhadap mereka. Tidak hanya lewat perundang-undangan yang memuat poin-poin terkait perlindungan, kepemilikan jaminan sosial juga dapat menjadi instrumen pelindung.


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy mengatakan, pemenuhan hak atas jaminan sosial adalah bentuk pengakuan atas sumbangan para pekerja migran terhadap devisa negara. Dengan memiliki jaminan sosial, para pekerja migran diharapkan bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik, begitu juga untuk anak dan keluarga mereka.


Selain itu, basis data yang digunakan juga akan membantu memperkuat upaya-upaya perlindungan terhadap pekerja migran oleh pemerintah. Salah satu hasil dari kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dan juga Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM adalah terbentuknya harmonisasi data antara dua institusi tersebut. Melalui kerjasama ini, Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM berkontribusi dengan memberikan data para pekerja migran. Melalui data-data tersebut, para pekerja migran diharapkan akan semakin mudah untuk mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Pekerja migran yang belum terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan kini dengan mudah bisa mendaftarkan diri. Mereka bisa menggunakan nomor paspor, selain nomor induk kependudukan. Pekerja migran di luar negeri juga bisa mendaftar melalui aplikasi atau website resmi,” jelas Imelda.


Sebelumnya pengelolaan sistem jaminan sosial bagi pekerja migran Indonesia dikelola oleh konsorsium asuransi seperti Jasindo, Astindo, dan Mitra TKI. Namun karena dirasa kurang efektif seperti banyak terjadinya kasus klaim asuransi yang telat dan kurangnya informasi seputar asuransi, maka sekarang jaminan sosial bagi pekerja migran diambil alih oleh BPJS Ketenagakerjaan.


“Biaya yang dikeluarkan untuk pendaftaran BPJS ini tergolong lebih murah, yaitu sekitar Rp 370.000. Sebelumnya para pekerja migran harus membayar sekitar Rp. 400.000 untuk asuransi TKI. Dalam jaminan sosial yang baik, harus memiliki setidaknya empat program utama yaitu jaminan hari tua, jaminan kecelakan kerja, jaminan kematian dan jaminan pensiun,” urai Imelda.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies