• ekytriwulan7

Indonesia Peringkat 134 dalam Indeks Sharing Economy Timbro

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


26 Juli 2018 – JAKARTA, Indonesia menduduki peringkat 134 dalam indeks sharing ekonomi yang dikeluarkan oleh Timbro. Negara yang berada dalam peringkat sepuluh besar di antaranya adalah Islandia, Kepulauan Turks dan Caicos, Malta, Montenegro, Selandia Baru, Kroasia, Kepulauan Faroe, Denmark, Aruba dan Irlandia.


Berada diperingkat 134, Indonesia tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura di peringat 65, Malaysia di peringkat 69, Thailand di peringkat 89, Kamboja di peringkat 114 dan Vietnam di peringkat 116. Total ada 213 negara dalam indeks ini.


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy mengatakan, Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk bisa mengembangkan sharing economy. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak dan diperkirakan akan menikmati hasil dari bonus demografi pada 2030 mendatang. Melimpahnya jumlah penduduk usia produktif diharapkan bisa menggerakkan perekonomian bangsa secara keseluruhan.


Secara umum, sharing economy bisa diartikan sebagai konsep ekonomi yang mengutamakan efisiensi sumber daya dengan cara melakukan segala sesuatu bersama-sama. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada melalui sebuah sistem atau aplikasi, beberapa pihak bekerja sama dengan menggunakan prinsip kemandirian dan kesejahteraan.

Salah indikator dari model ekonomi ini, lanjut Imelda, adalah penggunaaan teknologi atau media digital dengan cara berjejaring yg bertujuan untuk mengembangkan bisnis, maka sebenarnya Indonesia memiliki potensi untuk lebih jauh lagi menerapkan sharing economy. Potensi ini bisa dilihat dengan Indonesia sebagai negara keempat dengan jumlah pengguna facebook terbanyak di dunia.


Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan pengguna teknologi internet di Indonesia sudah sangat banyak. Indonesia sendiri sudah memiliki beberapa usaha dengan model seperti ini yaitu Gojek atau Tokopedia yang memiliki tujuan pengembangan dan sustainability ekonomi masyarakat.


“Indonesia perlu memperbaiki banyak hal kalau ingin ekonomi berbasis sharing economy berkembang dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Misalnya saja soal kualitas sumber daya manusia dan juga peningkatan infrastruktur, utamanya internet di seluruh penjuru negeri. Hal ini penting supaya kegiatan berbasis sharing economy bisa sampai ke pelosok,” jelas Imelda.


Melimpahnya jumlah penduduk usia produktif juga harus diikuti adanya kualitas terkait sumber dayanya. Dalam kaitannya dengan industry 4.0 yang sedang digencarkan, para pekerja Indonesia harus punya kompetensi dan keahlian yang memiliki daya saing. Sementara itu, karena sharing economy banyak diaplikasikan pada aplikasi berbasis online, maka infrastruktur internet yang merata dan terintegrasi. Belum lagi terkait payung hukum untuk bisnis dalam kerangka sharing economy.


Peneliti Timbro Alexander Funcke mengatakan, indeks sharing economy Timbro adalah indeks sharing economy global yang pertama. Umumnya, negara-negara dengan infrastruktur internet yang maju, memiliki potensi pariwisata yang besar dan tumbuh pesat secara ekonomi memiliki potensi untuk sharing economy yang besar.


“Lihat saja Islandia. Ketika ekonomi Islandia pulih dari krisis keuangan, negara itu melihat potensi pada bidang pariwisata. Sharing economy tumbuh dengan cepat untuk memenuhi permintaan,” jelas Alexander.


Timbro adalah lembaga kajian atau think tank yang didirikan pada tahun 1978. Think tank terbesar di di Kawasan Skandinavia ini memiliki misi untuk mengadvokasi kebebasan perusahaan, kebebasan individu, dan masyarakat terbuka. Setiap tahun Timbro menerbitkan dua indeks dalam bahasa Inggris, yaitu Timbro Authoritarian Populist Index yang memetakan kebangkitan partai-partai populis di Eropa dan pada 2018, Indeks Sharing Economy Timbro.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies