Antisipasi Kenaikan Harga, Pemerintah Perlu Segera Realisasikan Impor Beras

Siaran Pers - Jakarta, Menyikapi menyebarnya virus corona (covid-19) di Indonesia dan kenaikan harga komoditas pangan, pemerintah perlu segera merealisasikan impor beras. Hal ini diperlukan untuk mencegah kelangkaan ketersediaan beras di pasar dan selanjutnya mencegah kenaikan harga.


Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, menyebarnya wabah covid-19 di Indonesia tidak hanya dapat berimbas pada ekonomi secara keseluruhan tapi juga pada komoditas pangan pokok, salah satunya beras. Ketersediaan beras merupakan hal yang harus dijamin oleh pemerintah. Dipantau melalui hargapangan.id, harga beras kualitas super II per 17 Maret 2020 berada di angka Rp12.700/kilogram. Harga yang cukup stabil untuk saat ini perlu diantisipasi kenaikannya. Terlebih lagi, bukan hanya penyebaran covid-19 yang menyebabkan ketersediaan beras menjadi sangat penting, stabilitas harga juga perlu diperlukan menjelang datangnya Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.


“Pemerintah perlu belajar dari apa yang terjadi pada gula, bawang putih dan bawang Bombay. Pemerintah cenderung terlambat melakukan impor pada ketiga komoditas tersebut. Akibatnya ketersediaan di pasar tidak mampu memenuhi permintaan dan konsumen harus membayar sangat mahal. Tindakan antisipasi juga diperlukan supaya impor beras tidak berbarengan dengan masa panen raya,” terang Galuh.


Dilaporkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah memerintahkan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto untuk membuka persetujuan impor pangan, termasuk beras. Ini merupakan langkah yang harus ditindak cepat. Permasalahan utama saat ini adalah bukan di impornya, akan tetapi di tepat tidaknya waktu mengimpor komoditas pangan tersebut.


Impor tentunya dimaksudkan agar ketersediaan beras menjadi stabil dan harga tidak melonjak. Harga yang terjangkau sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tengah situasi saat ini. Ketika pemerintah terlambat memutuskan kebutuhan untuk impor, harga akhir yang nanti dikeluarkan justru dapat melambung jika harga internasional sudah terlanjur naik. Maka dari itu, data beras harus benar-benar akurat untuk memastikan kebutuhan impor.


“Bulog menyatakan bahwa stok berasnya dipastikan aman dalam menghadapi masa penanganan coronavirus seperti sekarang ini. Perlu ditekankan bukan hanya karena penyebaran covid-19 yang perlu dihadapi oleh pemerintah, tapi juga peningkatan kebutuhan jelang hari raya. Panen raya yang digadang-gadang akan mencukupi kebutuhan juga perlu dihitung benar. Jangan sampai selalu terulang kesalahan yang sama, telat untuk mengimpor, semisal impor ketika harga dalam negeri sudah terlanjur naik,” tandasnya.


Galuh menyatakan, pemerintah sangat perlu menyederhanakan proses impor yang panjang, termasuk rapat koordinasi yang melibatkan banyak sekali kementerian. Langkah Kementerian Koordinator Perekonomian dalam merekomendasikan Kementerian Perdagangan untuk membuka keran impor perlu ditindaklanjuti dengan aksi nyata yang cepat karena distribusi beras impor hingga sampai ke Indonesia juga membutuhkan waktu.

Contact

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

follow US!
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies