ACARA

I-EU CEPA: Bagaimana Perdagangan Indonesia dengan I-EU CEPA Mampu Berkontribusi dalam Ketahanan Pangan Nasional? 

Waktu & Tempat

Selasa, 17 September 2019

09.00 - 13.30 WIB

Hotel Grand Sahid Jaya

Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 86,  Karet Tengsin, Jakarta

Lantai 2, Ruang Candi Kalasan 1 dan 2

DESKRIPSI

Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) diharapkan mampu dapat membawa dampak signifikan bagi Indonesia, antara lain dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja baru, alih teknologi, serta menciptakan kesempatan baru bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia, menempati keempat terbesar. Ekspor utama Indonesia ke Uni Eropa termasuk produk pertanian. Produk lain yang diekspor oleh Indonesia adalah mesin dan peralatan, tekstil dan sepatu, produk plastik, dan karet. Sementara Indonesia merupakan mitra dagang terbesar kelima Uni Eropa di Asia Tenggara namun hanya menempati peringkat ke-30 dalam urutan perdagangan Uni Eropa secara umum. Ekspor Uni Eropa ke Indonesia sebagian besar adalah produk industri, termasuk mesin dan peralatan, peralatan transportasi, dan produk kimia. 

Implemetasi I-EU CEPA ini disebut akan membawa investasi modal dan transfer teknologi canggih, serta pengetahuan yang penting bagi pengembangan keterampilan sumber daya manusia di Indonesia. Investasi dan transfer teknologi inilah yang diharapkan bisa diimplementasikan kepada sektor pertanian nasional untuk mendorong produktivitas dan produksi pangan maupun ekonomi berbasis manufaktur. 

Misalnya saja untuk komoditas kakao dan kopi. Kedua komoditas unggulan Indonesia ini mengalami permasalahan produktivitas yang salah satunya disebabkan oleh teknik tanam dan budidaya yang kurang efisien. Petani kakao dan kopi lokal masih menggunakan cara-cara lama yang menyebabkan produktivitas keduanya rendah. Padahal, kedua komoditas ini diterima dengan sangat baik oleh Eropa. 

Pertanyaannya kini adalah, sejauh mana potensi produk manufaktur pangan seperti kakao dan kopi Indonesia bisa diekspor dan memasuki pasar Uni Eropa? Evaluasi dan inovasi apa sajakah yang perlu dilakukan oleh Indonesia agar kedua komoditas unggulannya bisa masuk dan diterima oleh pasar benua biru tersebut? Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), yang didukung oleh Friedrich Naumann Foundation akan menyelenggarakan diskusi tentang pengaruh kondisi ekonomi global pada tercapainya kesepakatan I-EU CEPA. 

Pembicara & BAHAN PRESENTASI
AGENDA

09.30 - 10.00 

10.00 - 10.15 

10.15 - 10.55 

10.55 - 11.25  

11.25 -11.55 

11.55 - 12.10 

12.10 - 13.30 

Pendaftaran

 

Pembukaan 

 

Paparan dari para pembicara

Talkshow

Tanya & Jawab

Penutup

Makan siang & networking

Pendaftaran

Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Peserta harus mendaftar di formulir yang telah disediakan. Tempat terbatas. 

INformasi

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi dahlia.ramya@cips-indonesia.org atau +62 818-0858-6684.

Ikuti juga info terbaru kami di media sosial:

kontak

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

ikuti
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies